Kanjeng Raden Bagus Lanching Kusumo Penyebar Agama Islam Di Bubulan Bojonegoro, Serta Asal Nama Desa Clebung

oleh -

Reporter: Putut Sugiharto

SuaraBojonegoro.com – Masyarakat Kabupaten Bojonegoro khususnya Desa Clebung, Kecamatan Bubulan mungkin sudah tidak asing dengan Kanjeng Raden Bagus Lanching Kusumo, Beliau adalah tokoh penyebar Agama Islam di Wilayah Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Perjalanan untuk menuju makam Kanjeng Raden Bagus Lanching Kusumo bisa di tempuh kurang lebih 1 jam dari pusat Kota Bojonegoro melalui rute Kecamatan Dander. Begitu memasuki Kecamatan Bubulan bisa mengambil arah timur menuju ke Kecamatan Temayang dengan jarak tempuh kurang lebih 3 kilometer dan akan terlihat Gapura menuju makam tersebut.

Di kelilingi Hutan Jati dan Jalan yang bagus, awak media akhirnya sampai di kediaman Mbah Watimo Juru Kunci Makam di Dusun Nggeneng, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan. Rumah sederhana bercat hijau dan didepan rumah nampak tempat untuk mengambil air wudhu dan terpampang tulisan berlatar belakang kuning yang berisi aturan untuk mengikuti Pengajian dan Tahlil bagi para pengunjung atau penziarah. Rumah mbah Watimo hanya berjarak 20 meter dari makam.

“Beliau adalah salah satu penyebar Islam pertama di daerah tersebut, dahulu kala pada masa penjajahan Kolonial Belanda, tepatnya pada era Kerajaan Pajang, Jawa Tengah, di karenakan tidak sepaham dengan Belanda beliau di kejar kejar sehingga sampai di Wilayah Bubulan khususnya Desa Clebung,” cerita mbah Watimo, Senin (25/06/2022).

Dari cerita turun temurun, di daerah tersebut dahulu masih banyak ditumbuhi pohon bambu dan belum banyak pohon jati. Kanjeng Raden Bagus Lanching Kusumo lah yang mbabat (buka lahan) di daerah tersebut. Karena tidak ada persediaan, Kanjeng Raden Bagus Lanching Kusumo sampai tidak makan dan tidak minum.

“Dari situlah beliau memanfaatkan bambu muda (rebung) untuk dibuat sayur sebagai makanan dengan di campur sambal pecel, disitulah asalnya muncul nama Desa Clebung (perpaduan dari pecel dan rebung),” ucap Mbah Watimo

Hingga kini masih banyak sekali para pengunjung atau penziarah yang datang untuk mengikuti Jamaah Tahlil dan Pengajian di Pesarean Beliau. (Put/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.