LPPM Unigoro Deseminasi Perubahan Suhu Bojonegoro, Tuban, Nganjuk dan Blora Seiring Meningkatnya Panas

oleh -

SuaraBojonegoro.com – Mengkaji dan menganalisis tren peningkatan suhu  berdasar data citra satelite, memantau variasi suhu harian di Bojonegoro pada kemarau 2021 berdasar pengukuran lapangan di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Blora dan Nganjuk, Tim Temperatur LPPM Universitas Bojonegoro menggelar Deseminasi Hasil Penelitian Perubahan Suhu di Hall Universitas Bojonegoro, Kamis (19/5/2022).

Nampak dari pantauan, kegiatan diikuti oleh stakeholder terkait dari Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, EMCL, beberapa perwakilan Kampus di Bojonegoro dan puluhan mahasiswa.

Ketua LPPM Universitas Bojonegoro, Laily Agustina Rachmawati, M.Sc, mengatakan bahwa penelitian ini telah dilakukan selama tahun 2021.

“Kita bandingkan perubahan suhu tahun 2027/2018 dengan tahun 2020/2021 dengan mengambil sample pada bulan bulan terpanas,” terang Laily.

Menurutnya, metode analisis perubahan suhu di Bojonegoro dan kabupaten sekitarnya ini berdasar Data Citra Satelit, metode analisis Variasi Suhu Harian dan Thermo Higro Logger. Ketua LPPM ini menuturkan bahwa dari pengolahan data Citra Satelite  disimpulkan jika semua kabupaten mengalami tren peningkatan suhu sejak awal tahun 1994.

“Peningkatan suhu tertinggi-terendah terjadi di Kabupaten Tuban, disusul Blora, baru Bojonegoro selanjutnya Kabupaten Nganjuk,” terang wanita ini.

Sementara itu, penyebab kenaikan suhu khusus di Kabupaten Bojonegoro diantaranya adalah peningkatan Luasan Lahan Terbuka, peningkatan Emisi GRK, Kenaikan Suhu Global, Tutupan Vegetasi Berkurang, Faktor Geografis, Geologis, Keberadaan Industri dan peningkatan Aktivitas Manusia.

“Jadi rerata pada musim kemarau di Bojonegoro dan kabupaten sekitarnya mengalami tren kenaikan sebesar sekitar  0,15 persen per tahun,” ungkapnya.

Variasi suhu tinggi-rendah antar tahun berkaitan erat dengan sirkulasi global El Nino Southern Oscillation (ENSO). Adapun distribusi suhu per jam di Kabupaten Bojonegoro memperlihatkan pola wilayah bagian tengah-selatan memiliki suhu lebih tinggi dan kelembaban lebih rendah, akan tetapi variasi suhu rerata antar lokasi tidak terlalu besar. (Red/Lis)

No More Posts Available.

No more pages to load.