Ada Pelanggaran Covid 19 Dipelantikkan Pejabat Pemkab Bojonegoro?

oleh -

Reporter : Sasmito

SuaraBojonegoro.com – Adanya pelantikkan terhadap 132 Pejabat Pemkab Bojonegoro yang mendapatkan mutasi dan dilakukan pengambilan sumpah serta Pelantikkan oleh Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah di Pendopo Malwapati Pemkab Bojonegoro, Jum’at (2/7/2021) menjadi polemik pembahasan publik sekelompok masyarakat, salah satunya di Group Aplikasi Wathsapp Jurnalis & Informasi.

Pembahasan tersebut menjadikan asumsi dan berbagai opini publik, karena ditengah Pandemi Covid 19, bahkan Bojonegoro masuk Zona Hitam, tidak sedikit masyarakat yang cemas dan Khawatir akan adanya sebaran dan klaster sehingga dapat menyebabkan orang lain terpapar Covid 19.

Dengan adanya Pelantikkan Pejabat Pemkab Bojonegoro tersebut menuai asumsi bahkan, wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto sempat mencemaskan dalam komentarnya dalam bahasa Jawa “Sesuk ndang kon swab sing bar dilantik, (Besok disuruh Swab setelah dilantik)” ucap Wabup, dan kemudian disusul komentar Anggota Group bernama Anwar Soleh, (Swab…gawe opo….alatte gak gablek….lha iyo duit akeh gawe opo mbok rakyate…di pikir cah…kebangeten…, (Swab buat apa, alatnya tidak punya, lha iya uang banyak buat apa, harusnya rakyatnya dipikir, kebangeten)”.

Anwar Soleh juga melanjutkan komentarnya dan menanggapi komentar Budi Irawanto, “Benar…Mohon Aparat Lakukan Swab ditempat)”

Anwar Soleh juga meminta aparat melakukan Swab di Pendopo Pemkab terhadap para pejabat yang dilantik, serta mengungkapkan dalam komentarnya agar aparat melakukan Swab, karena diwaring warung sekitar jembatan Sosrodilonggo berani melakukan Swab, dan dipendopo aparat harus berani melakuakn swab, namun aparat yang dimaksud tidak dijelaskan dengan detail.

Bahkan terdapat dugaan dalam komentar Mantan Politisi ini terkait mempertanyakan kabar dan Informasi terkait Bupati Bojonegoro,  “Kabare..mboe yo kenek?, opo acara itu di buat buat nyebarkan covid.????????, (Kabarnya Ibuknya juga kena, Apa acara itu dibuat nyebarkan covid?). bahkan dirinya jika memang ada yang terkonfirmasi dan ditutupi dengan maksud menyebarkan maka dianggap sebagai pelanggaran.

Selain itu juga disebutkan dalam komentar di Group Jurnalis dan Informasi bahwa Pemkab Bojonegoro banyak menutupi data Covid, serta menjelaskan bahwa Covid penyakit bukan memalukan dan bukan wabah sehingga meminta agar tidak di tutup tutupi. Namun Ketika Anwar Soleh dihubungi Oleh Awak Media ini, dirinya belum mendapatkan data Pasti terkait Apakah ada diantara Pejabat ataupun Bupati apakah terkonfirmasi Positiv Covid 19.

Bahkan juga terdapat komentar dari anggota Group yang menanggapi Gubenur Jawa Timur terbuka jika dirinya terkonfirmasi tanpa ada yang di tutupi.

Sementara itu, Media Siber SuaraBojonegoro berusaha melakukan Konfirmasi, apakah ada yang terpapar Covid 19 dari pejabat yang dilantik atau Apakah Bupati Bojonegoro juga terkonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Bojonegoro tidak menjawab sama sekali.

Masirin, selaku Juru Bicara Satgas Gugus Covid 19 Bojonegoro, ketika ditanya terkait apakah kabar bahwa sebelumnya Siapapun yang mengikuti kegiatan Bupati harus Di Swab, hal tersebut sebelumnya pernah disampaikan oleh Kadinkes Bojonegoro dalam sebuah acara seperti informasi yang diterima media ini, Masirin mengatakan bahwa semua data Covid 19 tidak menyebutkan profesi atau pekerjaan, sehingga dari data itu tidak dapat diketahui pasti jika memang ada yang terkonfirmasi positif Covid dalam data setiap harinya.

“Pelantikkan di Pendopo digelar dengan menjalankan protokol kesehatan, menjaga jarak dan bermasker,” Ujar Masirin.

Bahkan tampak dalam Pelantikkan tersebut Bupati Bojonegoro Anna Muawanah juga hadir dan melantik secara langsung dengan menggunakan masker dan Fechile.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Mochalsin Afan, menanggapi adanya Pelantikkan Pejabat Pemkab Bojonegoro ditengah Pandemi Covid 19 dan di Zona Hitam, menyampaikan bahwa  Dalam situasi saat ini di mana lonjakan kasus covid 19 sangat massif semua harus bisa memberi contoh dan teladan agar ada pembatasan aktifitas dan kegiatan.

“Karena masyarakat akan punya argumen untuk tidak patuh prokes dan untuk mau tetap di rumah saja kalau kita sebagai pejabat publik yang punya kewenangan untuk mengatur dan menertibkan tidak memberi contoh dan teladan,” Jelas Mochlasin Afan.

Dikonfirmasi melalui Akun Wathsappnya Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah terkait Berbagai Asumsi Publik dengan adanya Pelantikkan Pejabat ditubuh Pemkab Bojonegoro ini belum memberikan jawaban. (SAS/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.