Nenek 94 Tahun Ini Memilih Berjualan Pisang, Untuk Menambah Kebutuhan Hidupnya

oleh -

Reporter: Ciprut Laila

SuaraBojonegoro.com – Diusianya yang sudah tua, nenek 94 tahun ini masih semangat berjualan untuk memenuhi kebutuhannya, setiap harinya ia berjualan pisang dipuskesmas Bojonegoro.

Banyak penjual pisang yang usianya masih muda-muda lagi. Bahkan ada yang usianya mencapai 80-100 tahun. Tapi mereka masih Semanggat berjualan di kondisi yang sebenarnya sudah tak memungkinkan.

Dari pantauan media siber SuaraBojonegoro.com seperti halnya seorang nenek yang sudah sangat tua lainnya, bahkan usianya mencapai 94 tahun. Nenek ini bernama Mbah Slamet warga Menilo kecamatan Suko kabupaten Tuban Jawa timur.

Ia menawarkan pisangnya dari 1 ruangan ke ruangan lain, berharap ada yang membeli dan dagangannya segera habis lalu beranjak pulang kerumah untuk istrahat.

Mbah Slamet mengungkapkan, dirinya hanya hidup sendiri di rumah, anak-anak saya sudah punya rumah sendiri, “Dan kedua cucu yang saya rawat sudah menikah dan ikut kerumah suaminya,” Bebernya, Selasa (8/6/2021).

Dia juga menjelaskan bahwa Suaminya sudah meninggal lama sekali, dan kalau siang dirinya masih berkeliling berjualan tela di pinggir jalan dan Mbah Slamet ini jika pagi berjualan di pasar, lalu pada jam 8 berjualan di Pukesmas Bojonegoro untuk menawarkan pisang, “Dan Alhamdulilah kalau di Pukesmas ini dagangan saya laris dan para dokter serta suster tidak pernah menawar harga pisangnya,” Ungkap Mbah Slelamet.

Diceritakan juga meski usia sudah lanjut dan anak anaknya sudah bekerja, akan tetapi Mbah Slamet ini tidak mau berhenti dan diam dirumah, karena hal tersebut akan menjadikan tubuhnya malah capek, sehingga dengan berjualan dirinya akan dapat banyak kenalan dan hiburan bertemu dengan banyak orang, sehingga dirinya juga mengaku tetap sehat, untuk bertemu anaknya jarang sekali, bahkan setahun duankali, sedangkan untuk amkan, setiap harinya Mbah Selamet mendapat kiriman dari keponakannya.

Dalam kondisi tubuhnya yang sudah renta dan tak muda lagi, Mbah Slamet berjalan membungkuk dan membawa pisang dagangannya ke ruangan, 1 cengkeh bermacam-macam harga nya tergantung jenis pisang yang di jual, ada yang 1 cengkeh mulai dari harga Rp10 ribu dan ada juga yang Rp12 ribu, Mbah Slamet juga sangat ramah dengan semua pembeli, pisang yang di jualnya pun manis dan benar benar matang di pohon. (Prut/Red)