Karyawan EMCL Bersama Pemerintah Kecamatan Kalitidu Santuni Anak Yatim

oleh -

SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengadakan santunan Yatim Piatu dan Buka Puasa Bersama elemen masyarakat, Kamis (29/4). Setidaknya seratus yatim piatu mendapat santunan dalam kegiatan ini.

“Ini acara shilaturahmi sekaligus berbagi, mempererat hubungan antar elemen masyarakat yang selama ini sudah terjalin dengan baik,” ucap Camat Kalitidu, Mohamad Yasir.

Camat menjelaskan bahwa paket santunan merupakan sedekah dari karyawan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang tergabung dalam organisasi Badan Dakwah Islam. Sebuah wadah bagi karyawan muslim untuk beramal dan beribadah.

“Saya mendengar, dulu sebelum pandemi acara semacam ini rutin dilakukan. Namun tahun lalu tidak ada. Saya belum di sini. Sekarang saya di sini, saya adakan lagi,” ungkap Yasir.

Acara semacam ini, menurutnya adalah momen penting dalam membawa kemajuan. Karena dengan berkumpul dan bertemu, ada peluang untuk kita saling berkolaborasi. Bekerjasama membangun masyarakat.

Nampak hadir dalam acara yang menerapkan protokol kesehatan sangat ketat tersebut kepala-kepala desa dan tokoh ulama. Selain EMCL, ada juga unsur perusahaan lain yang berada di kalitidu.

Perwakilan EMCL, Beta Wicaksono menyampaikan terima kasih kepada Musyawarah Pimpinan Kecamatan Kalitidu atas dukungannya selama ini kepada proyek negara yang ada di Lapangan Banyu Urip. Dia mengapresiasi semua elemen masyarakat, khususnya desa-desa yang berada di jalur pipa.

“Di Kecamatan Kalitidu ada Lapangan Kedung Keris. Pipanya membentang 16 km hingga Lapangan Banyu Urip. Semua berjalan aman, lancar, dan selamat berkat dukungan bapak ibu sekalian,” ucap Beta yang diiringi tepuk tangan audiens.

Beta juga menyatakan bahwa donasi yang diberikan kepada yatim piatu merupakan bentuk kepedulian individu karyawan EMCL. Kepedulian terhadap sesama seperti ini terus menjadi budaya kerja dan menjadi fondasi bagi para pekerja dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

“Selain donasi seperti ini kami, dalam situasi normal, kami juga ada kerja bakti bersama warga, dan menyumbangkan waktu sukarela untuk berbuat sesuatu di masyarakat,” imbuhnya.

Beta juga menekankan bahwa EMCL terus berkomitmen untuk membantu Pemerintah dalam membangun Bojonegoro yang lebih baik, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan mewujudkan masyarakat mandiri. “Tentu dengan tidak menggantikan peran pemerintah,” pungkas dia.

Acara yang dikemas dalam buka bersama dan taushiyah ini dilakukan secara terbatas. Santuan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan 6 anak yatim. Selebihnya akan disalurkan ke rumah masing-masing. Para undangan juga dibatasi hanya 50 orang dengan selalu menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker. (Red/Lis)