Jalan Poros Kecamatan Berdekatan Dengan Lokasi Proyek Jembatan Simbatan – Kanor Longsor

oleh -668 views

Reporter : Sasmito Anggoro

SuaraBojonegoro.com – Longsornya bahu jalan poros kecamatan sepanjang sekitar 12 meter ini terjadi di Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, tepatnya dengan lokasi Proyek Pembangunan Jembatan yang ada dilokasi dekat tanah longsor tersebut. Kamis (29/10/2020).

Dari data yang dihimpun oleh SuaraBojonegoro.com menyebutkan bahwa longsor yang terjadi pagi tadi ini disebabkan oleh gerusan air banjir yang ada di sungai Mekuris Desa setempat sehingga menyebabkan bahu jalan mengalami longsor dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

Tanah longsor ini juga snagat rawan dan berbahaya bagi warga, karena kondisi titik longsor sangat dekat dengan rumah warga dengan jarak sekitar 3 meter, wargapun menghawatirkan terjadi adanya longsor susulan yang semakin meluas.

Camat Kanor M Mahfud yang datang ke lokasi longsor tersebut kepada awak media menyampaikan bahwa longsor terjadi akibat adanya air sungai yang banjir dan mengalir deras sehingga menyebabkan tanah jalan terkikis oleh air dan longsor.

Longsoran dibahu jalan poros kecamatan Sumberrejo -Kanor yang sedang dilaksanakan pembuatan jembatan baru mengalami longsoran dibahu jalan desa simbatan dengan dimensi longsoran Panjang 12 meter, Lebar 17 meter, dan Tinggi 8 meter.

“Sementara warga yang melintas harus dialihkan melalui jalur lainnya, atau jika warga yang hendak pergi ke Kanor harus melalui jalur Medalem – Kanor, karena jembatan darurat yang disediakan saat pembangunan Jembatan utama juga rusak akibat longsor tersebut,” Kata Camat Kanor.

Bahkan selain akibat gerusan air sungai, longsoran ini juga disebabkan juga adanya saluran air PDAM yang bocor mengenai bahu jalan jembatan.

Akibat longsor bahu jalan ini juga berdampak pada kegiatan proyek jembatan dilokasi tersebut. Dan mengenai apakah soal pipa PDAM seperti yang disampaikan warga setempat  yang berada di lokasi dekat perbaikan jembatan yang dianggap menganggu proses pembangunan jembatan saat akan melakukan aktivitas pekerjaan, belum ada kejelasan pasti dari Dinas PU Bina Marga.

Saat ini warga masih cemas adanya longsor susulan, dan juga kondisi longsor yang menghawatirkan bagi masyarakat setempat. (SAS*)