CV. Mutiara Bumi Jalin Kemitraan Dengan Petani Untuk Tingkatkan Produksi

oleh -875 views

Reporter: Arum Sekar

SuaraBojonegoro.com – Untuk meningkatkan hasil Produksi pertanian bagi para Petani yang ada diwilayah hutan yang bertujuan peningkatan kesejahteraan dan ekonomi bagi masyarakat petani hutan ini, CV. Mutiara Bumi menjalin kerjasama kemitraan dengan sebagian petani hutan di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Kerjasama ini di konskwensikan melalui kontrak kerjasama yang bertempat  di Balai Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan dihadiri oleh  para petani hutan, Kades Nglampin Agus Ronijaya, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Perhutani, Bank Jawa Barat (BJB) cabang Surabaya, Direktur CV Mutiara Bumi Hesti Yuliastanti, dan Muspika Ngambon. Senin (27/10/2020).

Koordinator Lapangan CV Mutiara Bumi, Sarif Usman, dalam paparannya menyampaikan bahwa petani yang ikut dalam program kemitraan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian saat ini berasal dari empat kecamatan, yaitu petani dari Kecamatan Ngambon, Sekar, Gondang, dan Sugihwaras. Sementara lahan yang sudah disiapkan untuk ditanami jagung seluas sekira 100 hektar dari 1000 hektar.

Pada Tahap awal kemitraan antara CV. Mutiara Bumi dan Petani Hutan, pada fokus penanaman jagung. Untuk lahan yang sudah selesai penangananya seluas 100 hektaran, selebihnya masih proses seleksi, dan Program ini hanya diutamakan untuk petani sekitar hutan.

“Dalam kemitraan ini para petani diberikan pinjaman modal penggarapan, bibit, pupuk, dan obat-obatan. Selain itu, dalam pelaksanaannya juga diberikan pendamping dalam proses penanaman, dan pengantisipasian serangan hama,” Papar Sarif Usman.

Pria yang juga seorang dokter hewan ini juga menjelaskan bahwa dengan menggunakan Pupuk nonsubsidi dengan tujuan agar tidak menggangu peredaran pupuk subsidi. Sedangkan Untuk modal penggarapan petani dipinjami modal senilai Rp3 juta, selain itu tim kusus pendamping, dalam 100 hektar satu pendamping.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ngambon, Supranata, mengungkapkan terima kasih kepada CV Mutiara Bumi atas kepeduliannya yang telah melakukan kerjasama dengan para petani sekitar hutan, khususnya petani wilayah Kecamatan Ngambon dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

Diharapkan dalam kerjasama ini harus saling menguntungkan dan jangan sampai ada yang dirugikan. Dengan begitu maka kerjasama akan bisa berlanjut kedepannya. Karena petani sudah dipinjami modal, baik berupa pupuk, obat-obatan, dan modal uang penggarapan. Sehingga harus digunakan dengan sebaik-baiknya sesuai kesepakatan.

“Mudah-mudahan hasil produksi pertaniannya bagus, dan benar benar meningkat. Sehingga ekonomi petani ikut terangkat. Kemudian bagi petani angsurlah tanggungan pinjamannya dengan baik pula sesuai kontrak kerjasama yang ditandatangani,” sarannya.

Direktur CV Mutiara Bumi Hesti Yuliastanti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pinjaman yang diberikan petani adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah. “Yakni 6 persen setahun. Dalam program ini pihaknya menggandeng Bank Jawa Barat (BJB) Cabang Surabaya,” Terangnya.

Sedangkan untuk angsuran pinjamannya juga tidak sulit, yaitu diangsur setiap panen atau yang biasa disebut yarnen, Untuk hasil panen, nantinya para petani yang sudah menjalin kemitraan tidak perlu bingung menjualnya, karena akan dibeli dengan harga umum.

Untuk Hasil panennya akan di kelola sendiri, artinya pihak CV Mutiara Bumi yang membeli secara langsung dengan harga umum. “Ada tiga jenis tanaman yang menjadi prioritas, yaitu jagung, kacang tanah, dan padi. Namun dari ketiga tanaman komoditi tersebut yang saat ini diutamakan untuk ditanam adalah jagung,” ungkap Hesti.

Target dari lahan di Bojonegoro seluas 2000 hektar. Diharapkan dengan kerjasama ini dapat bermanfaat bagi petani hutan, dan berjalan baik, lancar, sesuai harapan bersama.

Salah satu petani hutan, Tatik, mengaku, senang adanya kerjasama kemitraan dengan CV Mutiara Bumi. Karena dapat membantu kelancaran petani sekitar hutan dalam memenuhi kebutuhan pertanian. Baik pupuk, obat-obatan dan lain sebagainya.

“Tentu saya senang, modal dipinjami, hasil panen dibeli, dan bayar angsurannya setelah panen. Yang lebih bermanfaat lagi dapat pengalaman dalam bertani dari pendamping,” ujar Tatik yang berdomisili di Dusun Gondang, Desa Nglampin ini. (Rum/Sas)