Keluhan Pasca Ujian Seleksi Perades di Kecamatan Balen, Komisi A Siap Terima Aspirasi

oleh -614 views

Reporter : Sasmito Anggoro

SuaraBojonegoro.com – Keluhan Beberapa peserta pasca Ujian seleksi Perangkat Desa (Perades) di 17 Desa di Kecamatan Balen yang tidak puas dengan adanya pelaksanaan ujian seleksi Perades ini disampaikan oleh peserta dengan berbagai dugaan yang muncul dari peserta yang tidak lolos ujian.

Kepada awak media ini, bahkan ada informasi menyebutkan Ada 3 peserta yang famili atau keluarga seorang kades di Kecamatan Balen lolos semua dalam pelaksanaan Ujian Perades dengan nilai tertinggi. “Keponakan Kades itu ada ikut di di desa lain lain, dan lolos semua,” Kata Salah satu peserta melalui akun Wathsappnya kepada media ini. Sabtu (24/10/2020).

Salah satu Peserta yang lain juga menyampaikan bahwa indikasi terjadinya dugaan permainan tingkat Desa juga muncul bahkan dugaan kejanggalan mencuat setelah peserta yang lolos ujian dengan nilai tertinggi sepertinya sudah diprediksi oleh peserta lain dan warga.

“Terutama pihak ketiganya dari Unair mas, setiap soal tes kok ada kesalahan, kemarin lembar LJK ada kesalahan huruf yang kurang pada Nama peserta dan ada nomor ganda,” Kata Salah satu peserta lain bernama Ulum kepada SuaraBojonegoro.com.

Sementara itu mendengar banyaknya keluhan dari Masyarakat Peserta Ujian Perangkat Desa di Kecamatan Balen, Agung Handoyo selaku anggota Komisi A DPRD Bojonegoro membuka kran bagi para peserta yang tidak puas dengan hasil pelaksanaan Ujian Perangkat Desa di Kecamatan Balen.

“Sampai saat ini memang belum aduan yang masuk ke Komisi A, namun kami tetap terbuka dan menerima aspirasi dari masyarakat soal hal hal terkait seleksi Perades,” Kata Agung Handoyo.

Sementara itu mengenai aduan beberapa peserta lain yang pasca mengikuti ujian seleksi Perades Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro, Agung Handoyo menyampaikan bahwa Sesuai dengan apa yang telah diadukan eks peserta Ujian Perades Kalirejo, komisi A akan menindaknlanjuti dalam waktu dekat ini.

“Kami akan memanggil pihak kecamatan, Desa, team panitia pengisian dan pihak ke 3 yang ditunjuk sebagai pembuat soal, karena Hal ini perlu utk klarifikasi dan juga untuk mengetahui apa memang ada dugaan permainan atau memang murni keslahan sistem yang ada di MaN 1,” ungkap Handoyo. (SAS/Red)