Pasca Tragedi Jebakan Tikus, Bupati Anna Himbau Halau Hama Dengan Aman

oleh -666 views

Reporter : Arum Sekar

SuaraBojonegoro.com – Pasca meninggalnya empat orang di Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, yang masih dalam satu keluarga, akibat jebakan tikus yang dipasang oleh warga. Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, akan segera berkoordinasi dengan pihak Dinas pertanian guna menghimbau masyarakat agar meghalau hama dengan aman.

Hal itu disampaikan Bupati Anna usai berkunjung ke rumah duka korban jebakan tikus yang meninggal di Tambahrejo, bersama Kapolres Bojonegoro, dan Dandim 0813 Bojonegoro, Selasa (14/10/2020).

Bojonegoro – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Bojonegoro menyempatkan diri takziah dirumah korban jebakan tikus di rumah duka yaitu di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Rabu (13/10/2020).

“Kami himbau kepada Gapoktan dan kepada Petani agar melakukan cara yang aman dalam menghalau hama, agar tidak membahayakan bagi orang lain atau diri sendiri,” Jelas Bupati.

Anna Muawanah juga akan mengirimkan himbauan tersebut melalui surat kepada kepala Desa agar melakukan penanganan hama yang tidak membahayakan orang lain, dan agar tidak lalai dalam penanganan hama yang untuk tanaman milik para petani.

Bupati Anna Mu’awanah didampingi Kapolres AKBP Budi Hendrawan, Dandim 0813 Letkol Inf Bambang Hariyanto mendatangi rumah duka keluarga korban usai menggelar tahlil 3 hari kematian dirumah kerabat.

Bupati Anna nampak memberi semangat dan wejangan untuk tetap tabah menghadapi ujian kepada keluarga korban meninggal akibat jebakan tikus, dan juga memberikan santunan kepada keluarga korban.

Sebelumnya satu keluarga di Bojonegoro tewas tersetrum di sawah. Mereka menjadi korban jebakan tikus listrik, Korban terdiri dari seorang pria bernama Parno (55), istrinya Riswati (50) serta dua anaknya, Jayadi (32) dan Arifin (21). Informasi yang dikumpulkan oleh petugas Polsek Kanor, sekitar habis magrib, Parno bersama anak pertamanya Jayadi pergi ke sawah yang tak jauh dari rumahnya.

Mereka hendak mengairi sawah. Namun sebelum tiba di sawahnya, ada bambu penyangga kawat aliran listrik jebakan tikus, yang roboh ke sawah di sekitarnya. Karena gelap, korban diduga tidak tahu kalau ada kawat tercecer di tanah. Sehingga keduanya tersetrum dan meninggal.

Kemudian disusul oleh Arifin, dan juga mengalami nasib naas juga kesetrum dan meninggal pada sekitar jam 22.00 wib, dan pada pagi harinya Riswati juga mengalami nasib yang sama dan kesetrum aliran listrik ditempat yang sama.

Dalam kasus ini, Polisi sudah mengamankan dan menetapkan dua Tersangka atas dugaan kelalian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. (Rum/SAS)