Bangunan Jalan Rigid Beton Dinilai Tak Sesuai RAB, Anggota Komisi D Ini Minta Pekerjaan Dihentikan Sementara

oleh -1.419 views

Reporter : Sasmito

SuaraBojonegoro.com – Pembangunan peningkatan jalan Jalan Rigid Beton, menjadi perhatian serius Komisi D – DPRD Bojonegoro untuk melakukan monitoring dan evaluasi melalui kegiatan Inspeksi Mendadak (Sidak) agar pengerjaannya untuk mengetahui secara jelas hasil proses pembangunan yang dikerjakan oleh Kontraktor, Rabu (23/9/2020).

Salah satu anggota Komisi D -DPRD Bojonegoro, Ahmad Suyono menyampaikan bahwa banyak penyedia dalam kegiatan lapangan ditemukan dugaan kekurangan dalam spek material dan bahan.

“Dari 5 titik yang kami kunjungi, rata-rata pengerjaan jalan rigid beton kualitas bahan utamanya besi perlu dipertanyakan,” tegas politisi NasDem ini.

Sehingga, menurut anggota Komisi D ini, patut kiranya pekerjaan dihentikan untuk sementara waktu. Menurut Kaji Yono (akrab dipanggil), banyak besi wiremesh yang jika ditimbang tak memenuhi standar sesuai Rencana Anggaran dan Biaya.

“Jadi banyak besi wiremesh yang seharusnya 61,22 kg, saat kami timbang bersama hanya muncul rata-rata 57 kg, ada juga lokasi yang pengerjaan sebelum lantai tidak menggunakan beskos, kita minta diberhentikan dulu sajalah,” tegas pria ini.

Sementara, Abdullah Umar selaku Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro mengaku belum akan memberikan rekomendasi hasil temuan sidaknya.

“Masih mau di internalkan dulu, karena masih akan sidak lagi ke titik-titik yang lainnya, nanti sekalian,” jawab politisi asal Baureno ini via aplikasi WhatsApp.

Seperti diketahui, Sidak Komisi D dilakukan pada 5 (lima) lokasi pembangunan jalan rigid beton dan di semua lokasi ditemukan ketidak sesuaian spesifikasi material dan bahan. Lima titik itu diantaranya Simorejo-Baureno, Gunungsari- Kepohbaru, Baureno-Kepohbaru, Nglinggo-Kepohbaru dan Balen-Sugihwaras.

Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bojonegoro ini hampir memasuki triwulan terakhir tahun anggaran 2020. Hampir semua penyedia terlihat melakukan kegiatan percepatan agar infrastruktur yang dibangun dapat segera diselesaikan tepat sebelum akhir tahun anggaran berakhir. (SAS/Red)