JALAN MANUSIA PERINGATI HARI BUMI SAAT PANDEMI

oleh -

Oleh : Said Edy Wibowo *)

SuaraBojonegoro.com – Setiap tanggal 22 April,  masyarakat dunia selalu diingatkan untuk menjaga bumi dari kerusakan akibat pemanasan global, sampah yang menumpuk, serta kualitas udara yang menurun. Tahun ini, peringatan hari bumi tidak bisa berjalan seperti biasa, mengingat pandemi virus Corona yang masih melanda berbagai negara. Tak ada gotong royong dengan tetangga untuk membersihkan sampah, atau menggelar acara berkumpul bersama komunitas peduli lingkungan.
Meski begitu, bukan berarti usaha untuk menjaga lingkungan kia dikesampingkan.

Pandemi virus corona yang tak kunjung reda membuat kita harus pintar-pintar memilih cara untuk tetap memperingati Hari Bumi. Dengan tetap berada dirumah kita bisa memperingati hari bumi, apa yang bisa kita lakukan pada hari Bumi saat pandemi kali ini? Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan:

1. Tanam satu tanaman di rumah
Pohon berguna untuk memberikan oksigen dan udara bersih untuk manusia. Ia juga bisa dijadikan sumber makanan sekaligus memerangi perubahan iklim. Jadi, menanam pohon di rumah bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga bumi yang kita huni ini

Kita bisa memulainya dengan memelihara tanaman hias atau tanaman-tanaman kecil di pot. Menanam pohon juga bisa menjadi salah satu aktivitas yang bisa dilakukan, terutama anak, agar ia tidak bosan selama harus berdiam diri di rumah.

2. Kurangi emisi karbon dengan perbanyak makan sayur.
Karena itu, salah satu cara untuk melindungi bumi adalah dengan mengubah pola makan menjadi lebih banyak mengonsumsi sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Kita bisa memulainya secara perlahan dengan mengurangi sedikit demi sedikit jumlah daging yang dimasak dan dikonsumsi.

3. Olah sisa sampah sayur dan buah jadi pupuk
Sisa sayuran yang kita masak tadi, juga bisa kembali dimanfaatkan untuk menjadi pupuk kompos. Kita bisa menggunakan pupuk ini untuk menyuburkan pohon yang ditanam untuk memperingati Hari Bumi. Untuk membuat kompos, Kita bisa menyimpan sisa sayuran di dalam wadah makanan lalu menyimpannya di bawah tempat cuci piring, balkon rumah, atau bahkan freezer.

4. Kurangi penggunaan plastik
Sampah plastik tidak bisa hancur dengan sendirinya dalam jangka waktu ratusan bahkan ribuan tahun. Sehingga, apabila tidak didaur ulang, sampah-sampah ini hanya akan memenuhi tempat pembuangan sampah atau berujung mengotori laut, dan mengancam kehidupan banyak biota laut.

5. Daur ulang sampah plastik di rumah
Untuk ikut mengurangi tumpukan sampah plastik, kita bisa mendaur ulang botol bekas minuman, atau tempat makan yang didapatkan dari delivery makanan. Kita bisa mengolahnya jadi pot tanaman atau tempat lilin.

Kita juga bisa menjadikan kegiatan daur ulang sebagai aktivitas yang menyenangkan bagi anak. Ambil botol-botol bekas yang sudah tidak terpakai dan ajak anak untuk melukis botol atau mewarnainya sesuka hati, menjadikannya pajangan, atau menyulapnya menjadi perhiasan seperti kalung atau gelang warna-warni.

6. Batasi penggunaan air
Membatasi penggunaan air juga baik untuk menjaga cadangan air bersih dan mengurangi aliran air kotor ke laut. Kita bisa memulainya dengan tidak terus menyalakan keran air saat mandi dan hanya menyalakannya saat akan digunakan.

7. Hemat listrik
Menghemat penggunaan listrik selain bisa mengurangi biaya yang harus dibayarkan, juga perlu dilakukan untuk menjaga bumi. Dengan mengurangi penggunaan energi listrik, maka asap beracun yang dihasilkan oleh tempat pengolahan energi listrik bisa berkurang.
Kita bisa mulai dengan mencabut kabel listrik yang tidak digunakan dan mematikan lampu di siang hari.

Satu hal yang mesti dipahami adalah bahwa umat manusia tidak bisa hidup tanpa bumi, namun planet indah ini dapat hidup tanpa manusia. Oleh karena itulah, sadarilah bahwa bumi juga punya hak hidup tanpa polusi yang disebabkan oleh tangan-tangan jahil manusia. Selamat Hari Bumi bagi semua orang yang masih mencintai bumi”. SELAMAT HARI BUMI
Semoga Bumi Kita segera sembuh dari Virus Corona..Aamiin

Dirujuk dari Media Kompas

*) Guru MAN 5 Bojonegoro, Pegiat Pramuka dan Literasi Bojonegoro.

No More Posts Available.

No more pages to load.