Mayat Wanita Tak Dikenal Ditemukan Bercampur Sampah Di Bendung Gerak

oleh -781 views

Reporter : Sasmito Anggoro

SuaraBojonegoro.com – Sesosok mayat wanita tak dikenal ditemukan oleh warga di pintu air Bendung Gerak bercampur tumpukan sampah Sungai Begawan Solo, tepatnya Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Kamis (5/3/2020) sekitar jam 06.00 WIB pagi.

Dari data yang dihimpum media SuaraBojonegoro.com menyebutkan bahwa salah satu warga bernama Nur Kolis (43) warga Desa Padang RT 6 RW 1 Kecamatan Trucuk yang hendak memancing ikan di sekitar Bendungan Trucuk, dan saat akan melakukan kegiatan memancing dirinya dikagetkan ada mayat wanita yang berada di atas tumpukan sampah di pinggir perairan sungai Begawan Solo.

“Kemudian saya bersama Pak Imam Isbandi Wibowo yang bekerja sebagai satpam Bendungan Gerak, melihat dari dekat, dan memang terlihat mayat perempuan,” Kata Nur Kolis.

Dengan kejadian tersebut, kemudian Satpam Bendungan Gerak melaporkan adanya penemuan mayat wanita ini ke Polsek Trucuk.

Polsek Trucuk yang mendapatkan laporan kejadian tersebut langsung menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bojonegoro untuk melakukan evakuasi.

“Bersama pihak terkait dan juga tim SAR kami lakukan evakuasi terhadap mayat tersebut,” Kata AKP Sugimat, selaku Kapolsek Trucuk saat ditemui Awak Media.

Setelah di evakuasi akhirnya mayat wanita di bawa ke RSUD Sosrodoro Djatikusumo Bojonegoro untuk dilakukan identifikasi oleh pihak kepolisian.

Adapun dari data yang ada bahwa mayat dengan jenis kelamin perempuan ini dengan usia diperkirakan berusia kurang lebih 40 tahun, tinggi 155 centimeter, tidaj ada rambut, dan memakai kaos oblong warna hitan dengan lengan pendek dan bertuliskan Fridom, celana jean warna biru dongker, celana dalam warna Ungu, BH warna Ungu, Menggunakan Cincin dinari manis dikanan dengan motive love, serta memakai kalung di lehernya.

“Bagi nasyarakat yang merasa kehilangan keluarganya agar segera berhubungan dengan pihak kepolisian,” Pungkas Kapolsek Trucuk. (Sas/Red)