Puluhan Warga Pacul Resah, Sudah Bayar PBB Tapi Kog Masih Nunggak

oleh -

Reporter : Sasmito

SuaraBojonegoro.com – Puluhan Warga Desa Pacul, Kecamatan Kota  Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, mendatangi Balai Desa setempat, kedatangan mereka menanyakan terkait Pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) mereka yang sudah dibayarkan kepada pihak penarik pajak, yang sudah dibentuk di tiap tiap rayon di Desa pacul, akan tetapi diindikasi belum dibayarkan oleh pihao Penatik pajak atau pihak Desa pacul ke pihak Bank Jatim atau Dispenda. Senin (4/11/19).

Hal itu terungkap oleh warga ketika warga ada yang mengurus balik nama sertifikat tanah, namun mereka diharuskan untuk membayar pajak terlebih dahulu di Dispenda, padahal dari warga ini sudah pernah membayar pajak melalui petugas di Desa Pacul.

“Kami sudah membayar pajak PBB dan ada bukti tapi ternyata setelah kami melakukan pengurusan sertifikat, dan ternyata masih harua membayar pajak PBB, padahal kami sudah bayar di Desa,” Kata Ahwan perwakilan warga dari RT 6 Desa Pacul.

Setelah muncul persoalan tersebut kemudian ternyata banyak keluhan masyarakat yang sudah bayar PBB, akan tetapi belum disetor ke Dispenda Pemkab Bojonegoro, sehingga hal ini membuat keresahan masyarakat ada kekhawatiran ketika mereka mengurus surat surat administrasi terkait Tanah dan bangunan mereka.

Disampaikan oleh Ali, salah satu warga yang juga hadir di Balai Desa bahwa muncul tunggakan atau PBB yang belum dibayarkan ini setelah warga meminta data adanya tunggakan PBB yang belum terbayarkan, “Padahal saya dan warga yang lain sudah membayar PBB mulai tahun 2015, dan bahkan sampai tahun 2019 tapi kenapa kog muncul tunggakan,” Kata Ali sembari bertanya.

Ditambahkan lagi oleh Sutopo, bahwa dirinya setiap tahun juga membayar PBB, akan tetapi setelah di printkan di Bank Jatim terkait pembayaran pajak, ada tunggakan PBB yang belum di bayar selama 4 tahun yaitu tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018.

“Saya setiap tahun membayar PBB tapi kog dalam print dari Bank Jatim kog ada tunggakan ini kan aneh saya jadi bingung karena yang saya bayar banyak,” Jelas Sutopo.

Warga yang datang di balai Desa ini juga membawa kartu pembayaran pajak mereka yang sudah dibayar, meski sudah mempunyai bukti akan tetapu warga cemas dan khawtir jika terjadi persoalan.

Tampak Pihak Desa memberikan klarifikasi terkait persoalan PBB yang sudah terbayarkan di tingkat Desa ini namun diduga belum di setorkan di Dispenda atau Bank Jatim, beberapa perwakilan warga terlihat keluar masuk di ruang Kepala Desa untuk klarifikasi terkait persoalan pajak mereka.

Untuk jumlah PBB yang sudah setor dari warga ke Petugas Penarik pajak tingkat Desa ini diindikasi jumlahnya ratusan, dan belum diketahui secara pasti sudah berapa yang sudah disetor ke Dispenda. Hingga berita ini diturunkan masih banyak warga yang berkumpul di Balai Desa dan keluar masuk ruangan Kepala Desa Pacul. (Sas*)

No More Posts Available.

No more pages to load.