IWAPI Ingin Dilibatkan di Industri Manufaktur

oleh -

SUARABOJONEGORO.COM – Keinginan membangunan usaha di bidang pertanian khususnya kaum perempuan di Kabupaten Bojonegoro, masih minim. Selain terkendala produksi bahan baku, mereka belum memiliki keterampilan untuk mengolah hasil pertanian agar memiliki nilai jual.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bojonegoro,  Ari Artiningsih, menyampaikan, dari 55 anggota yang tergabung di lembaganya, masih sedikit yang memiliki usaha dengan memanfaatkan hasil pertanian.

“Jadi memang belum maksimal menggarap potensi hasil pertaniannya,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (22/5/2018).

Menurutnya, banyak sekali peluang usaha yang dapat ditangkap dari sektor pertanian, diantaranya keripik singkong dan kerajinan dari bonggol dan kulit jagung.

“Hanya saja, terkendala produksi. Karena, kami harus mencari bahan bakunya dari desa ke desa,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dengan adanya pengelolaan hasil pertanian mulai dari hulu hingga hilir akan membuka peluang usaha dan kerja bagi perempuan usia produktif.

“Ya tentu saja akan sangat membuka peluang usaha, misalnya saja ada pengolahan jagung di Bojonegoro dan bekerjasama dengan IWAPI, maka kita tidak usah repot-repot lagi mencari bahan baku kerajinan,” jelasnya.

Banyak keuntungan yang akan diterima warga Bojonegoro dengan adanya industri tersebut, yakni kemudahan mendapatkan bahan baku hasil pertanian yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau hasil kerajinan tangan.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro mencatat, hingga saat ini jumlah pengangguran di wilayahnya ada sekitar 23.320 orang.  Penyebab masih tingginya angka pengangguran ini diantaranya ada lulusan sekolah baru setiap tahunnya dan berakhirnya proyek migas Banyuurip, Blok Cepu.

Selama ini Disperinaker telah menggelar Job Fair  dan pelatihan serta sertifikasi di semua bidang  dengan anggaran non APBD atau bekerjasama dengan perusahaan untuk mengurangi pengangguran.

“Kami siapkan semua pelatihan yang dibutuhkan warga Bojonegoro, apapun itu termasuk sektor pertanian,” kata Kepala Disperinaker Bojonegoro, Agus Supriyanto.

Menurutnya, sektor minyak dan gas bumi  di Bojonegoro seharusnya jangan dijadikan tumpuan utama sebagai mata pencaharian, karena masa kontrak yang tidak menentu.

“Butuh sebuah keterampilan untuk membuka peluang pekerjaan sendiri, dan kami telah menyediakan itu,” tandasnya.

Dirinya meyakini, dengan adanya pembangunan industri skala besar yang mengolah potensi lokal seperti pertanian, akan bisa memberi kesempatan masyarakat termasuk para pemuda untuk bekerja.

“Meski tidak serta merta bisa mengurangi angka pengangguran, paling tidak bisa memberikan kesempatan bagi pemuda untuk berwirausaha,” pungkasnya.

Dimintai tanggapannya, salah satu calon bupati (Cabup) Bojonegoro, Soehadi Moeljono, menyatakan, kedepan telah menyiapkan program percepatan pembangunan industri jasa, dan manufaktur, untuk menekan kemiskinan dan pengangguran.

“Dengan adanya industri tersebut dipastikan akan mampu  meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru warga dalam jangka waktu panjang, bukan singkat seperti di industri migas,” jelas Pak Mu, sapaan akrabnya.

Program tersebut akan diseleraskan dengan pengoptimalan sektor pertanian dengan percepatan pembangunan Waduk Gongseng, beserta jaringan sarana irigasi persawahan khususnya di wilayah selatan Bojonegoro, dan pemberian jaminan ketersediaan pupuk bagi petani, untuk meningkatkan meningkat produksi agar dapat menopang industri manufaktur.

“Kita juga akan memberikan pelatihan keterampilan kepada pemuda dan pemudi usia produktif agar mampu menangkap usaha dari adanya industri tersebut,” kata Pak Mul.

Menurut mantan Sekda Bojonegoro ini, industri manufaktur akan membuka peluang jasa dan usaha yang dapat ditangkap oleh BUMDes, BUMD, dan lembaga yang menampung pengusaha.

“Kedepan kita akan bersinergi untuk mewujudkan Bojonegoro lebih tangguh dan mandiri,” tegas cabup yang berpasangan dengan Kader NU, Mitroatin ini. (lis)

No More Posts Available.

No more pages to load.