Mulyo Atine Tak Inginkan Jaranan Tumbang Tergilas Jaman

oleh -
FOTO: Calon Bupati Bojonegoro, Soehadi Moeljono (berkopyah hitam) saat menyalami warga Bojonegoro.

SUARABOJONEGORO.COM – Kesenian jaranan di Bojonegoro masih bertahan di tengah gerusan jaman. Pelaku seni tradisional itu tetap menunjukan eksistensinya, meski tanpa pendampingan dan pelatihan dari Pemkab setempat.

Untuk lebih memajukan kesenian jaranan di Bumi Angling Dharma pasangan calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup), Soehadi Moeljono dan Mitroatin, telah menyiapkan sejumlah program. Di antaranya akan memberikan pendampingan dan pembinaan, serta membangun seribu balai seni dan budaya di pedesaan agar pelaku seni maupun kelompok kesenian tradisional ini bisa mengembangkan kreativitasnya dan profesinya.

Program yang digagas pasangan yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Mulyo – Atine” ini selaras dengan harapan Basuki, seorang pawang (gambuh) jaranan. Seniman yang bergabung dengan kelompok Jaranan Putro Ki Derpo di Desa Klino, Kecamatan Sekar itu menginginkan adanya perubahan, mdemi eksistensi kesenian tradisional Jawa Timur yang mulai tenggelam tergerus zaman.

“Keberadaan kelompok kami di sini, sudah ada beberapa tahun silam,” ujar Basuki kepada wartawan, Rabu (18/4/2018).

Ketertarikan Basuki terhadap kesenian ini saat masih remaja. Bermula dari pertunjukan Jaranan setiap acara HUT RI 17 Agustus di desanya.

“Karena suka, ya akhirnya ikut-ikutan dan sampai bisa menjadi pawang seperti sekarang ini,” jelasnya.

Selama ini dia bersama kelompoknya sudah tampil diberbagai acara di desa-desa di wilayah pinggiran hutan (Sekar). Mulai acara pernikahan, sunatan, ulang tahun, dan HUT RI.

“Kami juga pernah ikut lomba di tingkat kabupaten,” ucapnya.

Diakui, selama ini belum ada pembinaan dan pendampingan dari Pemkab untuk memajukan kesenin ini. Baik untuk para penarinya, tim gamelan, maupun pawangnya.

“Ya kalau bisa diberikan pendampingan agar kami lebih kreatif lagi,” tandasnya.

Untuk mempertahankan kelestarian seni Jaranan ini ditengah derasnya arus modernisasi, Basuki besama kelompoknya terus berlatih untuk meningkatkan kreativitasnya.

“Berlatih sendiri, kita mendatangkan pelatih dari luar daerah kadang kalau memang sangat membutuhkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Tina Candrawati (17), salah satu penari Kelompok Jaranan Putra Bhirawa, Desa Jono, Kecamatan Temayang. Dia sudah tiga tahun menggeluti dunia seni Jaranan karena rasa ingin tahu dan ketertarikan terhadap seni tradisional yang kental dengan nuansa magis.

“Awalnya ikut kelompok Jaranan ini ya dari sering lihat pertunjukan, lalu penasaran ingin gabung,” ujar siswi kelas 2 SMK Negeri Temayang ini.

Gadis berparas manis ini mengaku, sudah keliling kecamatan di wilayah Bojonegoro untuk melakukan pertujukan Jaranan. Bahkan, setahun terakhir tampil di daerah lain seperti Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

“Kalau pembinaan dari Pemkab, selama ini tidak ada,” tegasnya.

Selama ini dia bersama penari Jaranan lainnya dilatih, dan dibina oleh senior-senior yang ada di internal kelompoknya. Mereka berlatih sendiri untuk meningkatkan keterampilannya agar dapat memberikan suguhan hiburan menarik kepada masyarakat luas.

“Ya latihan sendiri, kadang lihat youtube untuk melihat pertunjukan kelompok Jaranan lainnya, lalu kita pelajari sendiri,” tandas Tina, panggilan akrabnya.

Baik Basuki maupun Tina berharap Pemkab kedepan lebih memperhatikan pelaku seni maupun kelompok seni jaranan. Bisa melalui pembinaan dan mempromiskan agar kesenian ini tetap bertahan dan diminati masyarakat.

“Harapannya semoga bupati baru nanti, punya kebijakan yang pro kesenian,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu Cabup Soehadi Moeljono, menyatakan, kesenian jaranan ini memiliki potensi bagus untuk diberdayakan. Selain dapat mempromosikan kesenian Bojonegoro kepada daerah lain, juga dapat meningkatkan ekonomi pelaku seninya.

“Karena itu kedepan kita telah menyiapkan program bagaimana agar kesenian tradisional ini bisa berkembang dan maju agar dapat mendukung industri pariwisata dan budaya,”  tegas cabup yang berpasangan dengan kader NU ini. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.