MITIGASI KEKERINGAN

Oleh : Drs. H. Sholikin Jamik, SH. MH. 

Jeritan masyarakat akibat kemarau panjang yang di alami kabupaten Bojonegoro, adalah kekeringan yang melanda beberapa desa yang ada di kecamatan, akibatnya, air bersih menjadi kebutuan pokok. Selama ini kekeringan yang datang setiap kemarau, tidak menjadi perhatian serius pemerintahan yang lalu, akibatnya setiap kemarau datang, cara mengatasi kebutuan air bersih dengan ” Grudukan” begitu kekeringan , TV datang, partai politik datang, tanpa memitigasi akar persoalan.

Pemimpin baru yang akan membawa Bojonegoro maju, Wahono Nurul bertekat dan hadir bersama rakyat untuk fokus mengatasi kekeringan di Bojonegoro dengan menjadikan salah satu program unggulan. Karena upaya dan strategi yang efektif dalam mengatasi masalah kekeringan, terutama di desa- desa yang sering mengalami kekurangan air, harus menjadi preoritas.

Baca Juga:  Catatan Kecil Seorang Guru

Adapun mitigasi kekeringan di rencanakan oleh WAN NUR adalah

1. Pembangunan embung, sumur bor, dan sistem irigasi, agar cepat membantu mengurangi dampak kekeringan.

2. Memanfaatkan teknologi pengelolaan air, seperti program pipanisasi dan pembangunan waduk, untuk menyediakan air bagi lahan pertanian dan kebutuhan masyarakat saat musim kemarau.

3. Menggunakan teknik pengelolaan sumber daya air dengan membangun embung-embung dan memperkuat sistem irigasi pertanian untuk menghadapi kekeringan berkepanjangan.

4. Menerapkan teknologi pertanian yang ramah lingkungan, seperti pengembangan sumur resapan dan sistem irigasi hemat air, yang membantu daerah ini mengatasi masalah kekeringan di beberapa kecamatan.

Program pengelolaan air yang terintegrasi dan partisipasi aktif masyarakat lokal di jadikan kunci keberhasilan dalam menghadapi kekeringan di kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga:  Melalui Sosialisasi Pengelolaan Sampah, KKN-TK 13 Unigoro Ajak Siswa SDN Bobol 1 Peduli Lingkungan

*)Penulis adalah Koordinator kebijakan publik PD. Muhammadiyah Bojonegoro