Makna Logo HUT ke-71 Perisai Diri: Simbol Kebangkitan, Persatuan, dan Prestasi untuk Indonesia

Oleh: Samsul Arifin

SuaraBojonegoro.com – Keluarga Silat Nasional Indonesia (Kelatnas) Perisai Diri resmi memperkenalkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 sebagai identitas peringatan organisasi pada tahun 2026. Mengusung tema “Bangkit, Bersatu, Berprestasi”, logo tersebut bukan sekadar penanda usia, melainkan simbol semangat baru dalam memperkuat persaudaraan dan mengukir prestasi di tengah perkembangan zaman.

 

Berdasarkan Surat Edaran Nomor: 01/HUT-71/PD.00/V/2026 tentang Peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri angka 71 yang menjadi elemen utama logo melambangkan perjalanan panjang Perisai Diri selama lebih dari tujuh dekade dalam membina generasi yang berkarakter, berdisiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat Indonesia.

 

Usia ke-71 menjadi momentum untuk terus melangkah maju dengan semangat pembaruan tanpa meninggalkan jati diri organisasi.

Siluet manusia berwarna biru yang mengangkat tangan menggambarkan semangat untuk bangkit, berkembang, dan meraih prestasi. Sosok tersebut mencerminkan karakter warga Perisai Diri yang tangguh, optimistis, serta memiliki tekad kuat dalam menghadapi setiap tantangan.

 

Lingkaran berwarna emas yang mengitari angka 71 melambangkan persatuan yang kokoh, kesinambungan organisasi, serta harapan menuju masa depan yang lebih gemilang. Sementara bintang emas di bagian atas menjadi simbol prestasi tertinggi, kehormatan, dan cita-cita luhur yang terus diperjuangkan oleh seluruh keluarga besar Perisai Diri.

 

Keberadaan lambang resmi Perisai Diri di dalam logo menegaskan identitas organisasi yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budi pekerti, persaudaraan, disiplin, dan pengabdian kepada bangsa serta negara. Identitas tersebut menjadi fondasi yang terus dijaga dalam setiap langkah pengembangan organisasi.

 

Filosofi warna pada logo juga mengandung makna mendalam. Warna biru melambangkan keteguhan, kepercayaan diri, dan semangat pantang menyerah. Warna merah mencerminkan keberanian, semangat juang, dan pengorbanan. Adapun warna emas melambangkan kejayaan, optimisme, serta tekad untuk terus meraih prestasi yang membanggakan.

 

Tema “Bangkit, Bersatu, Berprestasi” menjadi ajakan bagi seluruh keluarga besar Perisai Diri untuk terus bangkit menghadapi tantangan zaman, mempererat persaudaraan tanpa sekat, serta mengukir prestasi sebagai bentuk pengabdian kepada organisasi, masyarakat, dan Indonesia.

 

Memasuki usia ke-71 tahun, Perisai Diri menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, dan mampu berkontribusi positif bagi kemajuan Indonesia.

 

Logo HUT ke-71 menjadi representasi semangat tersebut sekaligus pengingat bahwa kejayaan organisasi lahir dari persatuan, dedikasi, dan prestasi seluruh anggotanya. (Lis/Red)