Mahasiswa KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro Ikuti Tradisi Sedekah Bumi di Makam Mbah Rahmat Desa Drenges

SuaraBojonegoro.com – Mahasiswa KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Sedekah Bumi yang diselenggarakan masyarakat Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, di kawasan Makam Mbah Rahmat, Jumat (24/7/2026). Kehadiran mahasiswa menjadi wujud dukungan terhadap pelestarian tradisi budaya sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat selama menjalankan program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK).

 

Tradisi Sedekah Bumi merupakan agenda tahunan masyarakat Desa Drenges sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, keselamatan, serta keberkahan yang diterima warga. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan tahlil di Makam Mbah Rahmat, kemudian dilanjutkan dengan kenduri serta makan bersama yang diikuti oleh pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga.

Baca Juga:  Kolaborasi Disbudpar Bojonegoro dan LPPM Unigoro: Susun Kajian Rencana Pengelolaan Wisata Waduk Gongseng

 

Seluruh anggota KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro mengikuti kegiatan sejak awal hingga selesai. Selain membantu kelancaran acara, mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang masih dijaga secara turun-temurun di Desa Drenges.

 

Koordinator KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam tradisi Sedekah Bumi merupakan bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat. “Melalui kegiatan ini kami belajar bahwa menjaga budaya lokal sama pentingnya dengan menjalankan program kerja. Kami berharap kebersamaan yang terjalin selama KKN dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun mahasiswa,” ujarnya.

 

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Bagi mahasiswa KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro, partisipasi dalam Sedekah Bumi menjadi pengalaman berharga untuk memahami nilai gotong royong, rasa syukur, serta pentingnya melestarikan tradisi yang telah menjadi identitas masyarakat Desa Drenges dari generasi ke generasi. (Red)