SuaraBojonegoro.com – Mahasiswa KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro menggelar program kerja Fun Learning Berbasis Wisata di kawasan wisata Sewu Sengon, Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa – siswi SDN Drenges sebagai upaya menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan melalui pemanfaatan wisata alam sebagai media edukasi.
Program kerja yang menjadi bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat ini diprakarsai oleh Aurora, Aletta, Zylla, dan Naura selaku penanggung jawab kegiatan. Beragam aktivitas edukatif seperti ice breaking, permainan kelompok, kuis interaktif, hingga pengenalan lingkungan sekitar dikemas dalam konsep belajar sambil bermain (learning by playing).
Pemilihan kawasan wisata Sewu Sengon sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain memiliki suasana yang sejuk dan nyaman, kawasan tersebut dinilai mampu menjadi ruang belajar alternatif yang dapat meningkatkan minat belajar anak-anak sekaligus mengenalkan potensi wisata yang dimiliki Desa Drenges.
Penanggung jawab kegiatan, Aurora, mengatakan bahwa konsep Fun Learning dirancang agar anak-anak tidak merasa jenuh saat belajar serta lebih mudah memahami materi yang diberikan.
“Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada anak-anak. Dengan memanfaatkan wisata sebagai media pembelajaran, mereka bisa belajar sambil bermain, lebih aktif berinteraksi, dan semakin mengenal potensi wisata yang ada di desa mereka sendiri,” ujar Aurora.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Mahasiswa KKN-TK 04 mendampingi anak-anak dalam setiap permainan edukatif dan diskusi ringan sehingga tercipta suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro berharap kegiatan Fun Learning berbasis wisata dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan ruang terbuka sebagai sarana pendidikan. Selain meningkatkan semangat belajar anak-anak, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan dan potensi wisata lokal sejak usia dini. (Red)








