SuaraBojonegoro.com – Adanya Kelangkaan LPG di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam PMII Cabang Bojonegoro menggelar aksi unjuk rasa di hadapan kantor DPRD Kabupaten Bojonegoro jalan Veteran Bojonegoro, Jum’at (31/5/2024).
Aksi puluhan mahasiswa ini meneriakkan dan memprotes pemerintah adanya kelangkaan LPG di masyarakat yang menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan tabung gas LPG untuk kepentingan memasak dan lainnya.
Secara bergantian mahasiswa ini berorasi menuntut dan mengecam pemerintah dengan sulitnya masyarakat mendapatkan LPG dan meminta kepada DPRD Bojonegoro selaku wakil rakyat untuk bisa memberikan rekomendasi kemudahan masyarakat mendapatkan LPG.
Abdurahman Arianto selaku korlap aksi menyampaikan bahwa selaku wakil rakyat seharusnya DPRD mampu membuka peluang dan jalan untuk kemudahan masyarakat mendapatkan LPG, “Apalagi Bojonegoro merupakan kaya akan gas bumi, hingga masyarakatnya kesulitan untuk mendapatkan LPG, kami meminta agar DPRD Bojonegoro tanggap dan melakukan sesuatu hal agar LPG bisa mudah didapat masyarakat,” Katanya dalam orasi.
Aksi ini sempat memanas ketika para mahasiswa ini tidak diijinkan masuk ke gedung DPRD dan mereka tidak setuju jika hanya perwakilan untuk menyampaikan aksi tuntutan mereka. “Kami tidak mau perwakilan semua harus masuk,” tambah Abdurahman.
Peserta aksi sempat duduk.melingkar dan menutup jalan beberapa saat sehingga terjadi kemacetan jalan dan akhirnya pihak Polisi melakukan komunikasi untuk menunggu dari pihak DPRD agar bisa berkomunikasi dengan para peserta aksi.
Para peserta aksi juga meminta kepada lembaga DPRD Agar mendatangkan pimpinan mereka ke lokasi aksi mereka, jika mereka secara keseluruhan tidak diberikan ijin memasuki kantor DPRD Bojonegoro.
Polisi dari Polres Bojonegoro melakukan pengamanan secara ketat dengan adanya aksi tersebut, dan meminta kepada para mahasiswa yang sedang aksi agar bersabar dan menunggu anggota DPRD datang bertemu mereka.
Tampak beberapa anggota DPRD sempat menemui para mahasiswa ini, akan tetapi ditolak oleh mahasiswa karena ditemui di pintu gedung DPRD, dan mahasiswa menginginkan masuk ke gedung DPRD untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi mereka. (Sas/Red)








