SuaraBojonegoro.com – Mahasiswa KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro menggelar program kerja bertajuk “Pengelolaan Limbah Rumah Tangga dan Pertanian” sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) di kawasan Wisata Kedung Lantung, Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, diikuti oleh anggota Gapoktan, Pokdarwis, serta perwakilan PKK Desa Drenges.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh narasumber Bapak Yaumitdin Sugianto, S.P., M.P., M.M mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga dan pertanian secara berkelanjutan. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman bahwa limbah organik rumah tangga maupun limbah pertanian tidak seharusnya berakhir sebagai sampah, melainkan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Limbah rumah tangga dan limbah pertanian memiliki potensi besar apabila dikelola dengan baik. Melalui pengelolaan yang tepat, masyarakat tidak hanya dapat mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat, seperti pupuk kompos maupun ecoenzym,” ujar Yaumitdin Sugianto, S.P., M.P., M.M.
Usai sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk kompos yang dipandu oleh Bapak Mustakim, S.Pd. Peserta diajarkan mengolah cacahan janggel jagung yang dicampur dengan kotoran hewan menjadi pupuk kompos melalui tahapan pencampuran bahan, penambahan aktivator, hingga proses pengomposan yang benar agar menghasilkan pupuk organik berkualitas.
Setelah praktik pembuatan kompos selesai, peserta kembali mengikuti praktik pembuatan ecoenzym dari limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sisa sayuran. Dalam sesi ini, peserta mempelajari komposisi bahan, teknik pencampuran, serta proses fermentasi sehingga menghasilkan ecoenzym yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair alami maupun cairan pembersih ramah lingkungan.
“Teknik yang kami praktikkan hari ini sangat mudah diterapkan karena memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar masyarakat. Kompos dari janggel jagung dan kotoran hewan dapat meningkatkan kesuburan tanah, sedangkan ecoenzym dari limbah rumah tangga memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Bapak Mustakim, S.Pd.
Penanggung jawab program kerja, Alfian Joko, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Mahasiswa KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Melalui program Pengelolaan Limbah Rumah Tangga dan Pertanian, kami ingin memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat agar limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Harapannya, ilmu ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mendukung kebersihan lingkungan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tutur Alfian Joko.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro berharap masyarakat Desa Drenges semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga dan pertanian secara berkelanjutan. Pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi ecoenzym serta limbah pertanian berupa cacahan janggel jagung yang dipadukan dengan kotoran hewan menjadi pupuk kompos diharapkan menjadi solusi nyata dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, pertanian yang lebih produktif, serta masyarakat yang semakin mandiri dalam mengelola limbah. (Red)








