SuaraBojonegoro.com – Rangkaian Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 19 Universitas Bojonegoro (Unigoro) di Desa Turi resmi berakhir. Kegiatan penutupan berlangsung di Balai Desa Turi, Jumat (14/8/2026) pukul 14.00 WIB.
Acara penutupan tersebut dihadiri Sekretaris Desa Turi, tokoh agama, perwakilan PKK, perwakilan kepala sekolah dan guru dari empat sekolah dasar (SD) di Desa Turi, serta seluruh mahasiswa KKN-TK Kelompok 19 Unigoro.
Penutupan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Turi dan masyarakat yang telah menerima serta mendukung berbagai program selama pelaksanaan KKN-TK.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Pemerintah Desa Turi dan Ketua KKN-TK Kelompok 19. Dalam sambutannya, Ketua KKN-TK Kelompok 19 menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan program pengabdian mahasiswa selama berada di Desa Turi.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Turi dan seluruh masyarakat yang telah menerima, mendukung, serta membantu menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan KKN-TK Kelompok 19.”
Ia menambahkan, selama berada di Desa Turi, para mahasiswa mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran yang menjadi bagian penting dari perjalanan KKN.
“Kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan KKN-TK terdapat kesalahan atau kekurangan, baik dalam perkataan maupun perbuatan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Turi menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN-TK. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan mahasiswa memberikan pengalaman sekaligus manfaat bagi masyarakat.
Sejumlah program yang dinilai memberikan dampak positif antara lain pelatihan pembuatan tepung jagung, pelatihan pembuatan keripik gadung, hingga pembangunan pojok literasi.
“Jadilah orang-orang yang bermanfaat, jangan jadi orang yang memanfaatkan,” pesan Sekretaris Desa Turi kepada para mahasiswa.
Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa berakhirnya masa KKN bukan berarti berakhirnya semangat untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari mahasiswa KKN-TK Kelompok 19 kepada Pemerintah Desa Turi sebagai simbol kenang-kenangan dan penghargaan atas kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN.
Suasana semakin hangat ketika peserta menyaksikan pemutaran video profil Desa Turi dan after movie KKN-TK Kelompok 19. Tayangan tersebut mengajak seluruh peserta kembali mengenang berbagai kegiatan, interaksi, serta kebersamaan mahasiswa dengan masyarakat selama menjalankan program pengabdian.
Menariknya, sejumlah program yang telah dirintis mahasiswa tidak berhenti setelah kegiatan KKN berakhir. Pemerintah Desa Turi berencana melanjutkan dan mengembangkan pojok literasi yang telah dibuat oleh mahasiswa.
Keberlanjutan tersebut diharapkan membuat hasil program KKN-TK dapat terus dimanfaatkan masyarakat, khususnya dalam mendukung budaya membaca dan meningkatkan akses literasi bagi warga Desa Turi.
Dengan ditutupnya kegiatan tersebut, secara resmi berakhir pula rangkaian KKN-TK Kelompok 19 Universitas Bojonegoro di Desa Turi. Namun, berakhirnya masa pengabdian tidak menjadi akhir dari hubungan yang telah terbangun.
Pengalaman, kenangan, serta program yang telah ditinggalkan diharapkan menjadi warisan positif yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Turi sekaligus menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat. (Lis/Red)







