Reporter: Said Edy Wibowo
SuaraBojonegoro.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan madrasah yang ramah, humanis, serta penuh kasih sayang, Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI Kecamatan Padangan menyelenggarakan kegiatan *Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam(Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta di KKM MI Kecamatan Padangan* Minggu, 16/11/2025 yang bertempat di MI Irsyadus Syubban Padangan.
Acara Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta ini dihari langsung: Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bojonegoro: H. Sholihul Hadi, M.Pd, Aning Wulandari, M. Pd (Narasumber Utama)
Pengawas Madrasah Kec. Padangan, Djaizatin, M. Pd dan Taidjudin S. Ag.
Ketua KKM MI Kec. Padangan Khotimatul Mauludah, SE.
Ketua Panitia Didin Sirojudin, S.Pd.I., M.Pd.I dan di ikuti oleh Madrasah Ibtidaiyah se-kecamatan Padangan, MI Irsyadus Syubban, MI Nurul Ulum, MI Al Falah, MI Al Bahroin, dan MI Mata Air Al Musthofa. Dengan jumlah peserta kurang lebih 60 guru.
Kasi Pendidikan Madsarah Kemenag Bojonegoro, H. Sholihul Hadi, M. Pd. Menyampaikan bahwa guru di Madrasah harus meneladani nilai-nilai Rasulullah. kejujuran, kesabaran, dan ketulusan dalam setiap proses mengajar. Nilai inilah yang menjadikan tugas kita lebih bermakna dan juga mengajak bapak/Ibu guru untuk berpartisipasi dalam Lomba Anugerah Guru sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk terus berinovasi dalam pendidikan.Beliau berharap melalui pelatihan ini, guru MI se-Padangan dapat memperoleh wawasan dan praktik yang dapat diterapkan di kelas sehingga kurikulum tidak hanya menjadi dokumen, tetapi menjadi napas dalam setiap langkah mendidik.
Ketua Panitia Didin Sirojudin, S.Pd.I., M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan yang berlandaskan cinta akan membentuk lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan memberi ruang tumbuh bagian peserta didik, bukan hanya secara akademik, tetapi juga secara emosional dan moral.
Narasumber utama Aning Wulandari, M.Pd, seorang pemerhati pendidikan sekaligus praktisi pembelajaran mendalam yang telah banyak memberikan inspirasi bagi para pendidik di berbagai wilayah. Kehadiran beliau disambut antusias oleh seluruh guru MI se-Kecamatan Padangan yang hadir sebagai peserta.
Menebarkan Konsep Pendidikan dengan Hati
Dalam pemaparannya, Aning menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya sebuah konsep teoritis, tetapi merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan kasih sayang, kepedulian, dan penghargaan terhadap peserta didik sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.
Beliau menegaskan bahwa pendidikan yang dilakukan dengan cinta akan melahirkan suasana belajar yang nyaman, peserta didik yang percaya diri, serta madrasah yang mampu menumbuhkan karakter mulia. Konsep ini sejalan dengan penguatan budaya Madrasah Ramah Anak yang terus digaungkan oleh Kementerian Agama.
Materi, Diskusi, dan Praktik Langsung
Pelatihan berlangsung interaktif dengan gabungan sesi materi, diskusi, simulasi pembelajaran, serta praktik pengembangan perangkat pembelajaran berbasis cinta. Para peserta diberikan contoh penerapan konsep Panca Cinta yang meliputi cinta kepada Allah dan Rasul, Cinta kepada diri sendiri dan sesama, dan cinta kepada lingkungan.
Melalui sesi praktik, para guru diajak membuat rancangan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan emosional, sosial, dan spiritual peserta didik.
Harapan untuk Madrasah yang Lebih Humanis
Ketua KKM MI Kecamatan Padangan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal untuk menerapkan budaya pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan penuh nilai keteladanan di seluruh MI yang berada di bawah naungan KKM Padangan.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen para guru, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan perubahan nyata dalam proses pembelajaran, sehingga madrasah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan cinta, akhlak, dan karakter mulia bagi generasi masa depan. (Sew/red)








