Ketua PAPDESI Bojonegoro Dukung Program Gayatri, Tapi Harus Ada Pendampingan Ekstra

Reporter : Bima Rahmat

SuaraBojonegoro.com – Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sebagai bentuk bantuan sosial produktif yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pra-Sejahtera dinilai sebagai program yang bagus sebagai upaya mengentas kemiskinan. Kamis (24/04/25).

Hal ini disampaikan Samudi, selaku Kepala Desa (Kades) Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro dan sekaligus Ketua Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa (PapDesi) Kabupaten Bojonegoro. Dalam program Gayatri ini dirinya menilai jika penerima Gayatri ini hanya bagi masyarakat yang masuk dalam Data Mandiri Kemiskinan Daerah (Damisda) sehingga tidak semua anggota Damisda memperoleh program tersebut.

“Karena ayam petelur itu ayam khusus dan tidak mudah. Perawatannya beda dengan ayam kampung,” katanya.

Baca Juga:  Longsor Lagi, Tebing Desa Kedungrejo Pemdes Mengharapkan Ada Perhatian Dari Pemerintah Daerah

Sehingga jika program Gayatri oleh Pemkab Bojonegoro ini diberikan kepada masyarakat diusia yang tidak produktif, dirinya khawatir masyarakat penerima manfaat akan kuwalahan dan berpotensi gagal. Oleh karenanya dirinya berharap agar dalam program Gayatri nantinya ada pendampingan.

“Ayam petelur ini juga butuh vaksin, tidak seperti ayam kampung yang dilepas bisa hidup. Orang yang masih muda saja belum tentu bisa apalagi yang sudah tua,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini pria dengan ciri khas kepala plontos ini menegaskan jika program Gayatri oleh Pemkab Bojonegoro ini dinilai sangat bagus sebagai langkah mengentas kemiskinan dan patut agar program tersebut didorong dan didukung agar sukses. Setidaknya, lanjutnya, kades harus menunjuk 1 atau 2 perangkat desa untuk mendampingi penerima manfaat Gayatri.

Baca Juga:  Jalan Aspal Program BKD Drokilo Kecamatan Kedungadem Rusak Parah

“Setidaknya ada perangkat desa diberi pelatihan sehingga nantinya dapat mendampingi penerima manfaat,” pungkasnya. (Bim/red).