Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Di Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-348, muncul sorotan tajam terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sejumlah warga menilai penanganan sampah di wilayah pedesaan masih jauh dari harapan. Senin (13/10/2025).
Salah seorang warga Bojonegoro, Agus Susanto Rismanto, mengungkapkan bahwa penumpukan sampah liar telah terjadi hampir enam bulan terakhir di beberapa titik.
“Diperbatasan Desa Sambiroto dan Bakalan Kapas, timur SMK 5, serta diperbatasan Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo – Desa Tejo, Kecamatan Kanor,” ungkap Agus.
Praktisi hukum asal Bojonegoro itu menilai, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dan dugaan buruknya kinerja DLH dalam menangani kebersihan lingkungan. Hampir 20 tahun terakhir, baru kali ini adanya pemandangan sampah berserakan di jalan
“Pemandangan jorok ini mencerminkan dugaan kinerja yang tidak baik di lingkup dinas terkait,” tegasnya.
Mas Ris, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa persoalan sampah seharusnya tidak terjadi jika pemerintah daerah benar-benar menjalankan road map penanganan sampah yang sudah disusun sejak lama. Road map penanganan sampah sudah selesai di tahun 2013.
“Setidaknya, dengan adanya anggaran yang lebih dari cukup saat ini, Pemkab bisa melaksanakan road map penyediaan tempat pembuangan sampah akhir masyarakat yang sudah tersusun,” ujarnya.
Ia berharap momentum Hari Jadi Bojonegoro menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk lebih serius menata pengelolaan sampah. Sebab, kebersihan lingkungan merupakan cerminan dari kualitas tata kelola pemerintahan. (Why/Red)








