Reporter : Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, menegaskan bahwa dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir, yakni sejak 5 hingga 16 Agustus 2025, tercatat ada dua kasus rujukan dari Puskesmas Dander ke RS Fatma. Seluruh rujukan tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur dan mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya di rumah sakit rujukan. Dalam hal ini pihaknya menegaskan jika unggahan di media sosial yang menuding adanya dugaan kelalaian penanganan persalinan di Puskesmas Dander, tidak sesuai fakta lapangan. Selasa (19/08/25).
Lebih lanjut, Ninik menjelaskan bahwa pelayanan persalinan di seluruh puskesmas di Bojonegoro berlangsung 24 jam penuh dan tidak boleh dilakukan di Polindes maupun Ponkesdes. Hal ini dimaksudkan agar setiap persalinan ditangani secara tim, dengan dokter puskesmas sebagai penanggung jawab, serta didukung oleh bidan yang berjaga secara bergiliran di puskesmas.
“Ini sebagai upaya mencegah agar tidak terjadi kematian ibu dan bayi. Bidan desa juga masuk dalam sistem sift jaga di puskesmas untuk memastikan pelayanan persalinan 24 jam bisa berjalan optimal,” pungkasnya.
Dengan klarifikasi ini, Dinkes Bojonegoro berharap masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar kebenarannya, serta mengimbau agar setiap keluhan terkait layanan kesehatan disampaikan langsung melalui jalur resmi agar dapat segera ditindaklanjuti. (Bim/red).








