Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) menembak tahun 2025 yang digelar oleh Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Bojonegoro berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Selain diikuti atlet asal Bojonegoro, kejuaraan ini juga diikuti peserta dari sejumlah kabupaten tetangga, seperti Tuban, Lamongan, hingga daerah sekitar. Minggu (21/12/2025).
Ketua Panitia Kejurkab, Syaiful Azwar, mengatakan bahwa kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana silaturahmi antar peserta lintas daerah sekaligus pembinaan atlet menembak di Bojonegoro.
“Pesertanya lebih dari seratus orang, sekitar 125 peserta. Pelaksanaannya dibagi dalam beberapa gelombang. Ini menunjukkan minat terhadap olahraga menembak di Bojonegoro terus meningkat,” ujar Syaiful.
Dalam Kejurkab tersebut, sejumlah kelas dipertandingkan, di antaranya kelas multiring tiga posisi, extreme bench press, serta rolling target. Untuk kelas extreme bench press, jarak tembak yang digunakan berkisar antara 60 hingga 80 meter. Sementara kelas multiring menggunakan jarak bervariasi mulai 18 meter, 27 meter, 33 meter, hingga 41 meter.
Syaiful juga mengungkapkan bahwa saat ini Perbakin Bojonegoro memiliki sekitar 50 atlet aktif, termasuk atlet-atlet baru hasil pembinaan setelah vakumnya kegiatan menembak beberapa tahun terakhir.
“Alhamdulillah, setelah kegiatan kembali aktif, muncul banyak atlet baru. Total atlet aktif sekitar 50 orang dan mayoritas merupakan wajah baru,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebelumnya atlet menembak asal Bojonegoro juga telah menorehkan prestasi dengan meraih medali emas pada kejuaraan tingkat provinsi. Capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi atlet ke depan.
“Insyaallah pada akhir tahun 2026, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro, kami berencana menggelar Kejuaraan Nasional Piala Kabupaten atau Piala Bupati. Target kami jelas, prestasi harus meningkat dan atlet-atlet Bojonegoro siap bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya. (Why/Red)








