Jalan Poros Tegalkodo-Sukosewu Dicor Rigid Beton, Jadi Urat Nadi Baru Penggerak Ekonomi Bojonegoro

SuaraBojonegoro.com – Pembangunan infrastruktur desa di Kabupaten Bojonegoro terus digenjot merata. Terbaru, jalan poros strategis Desa Tegalkodo di Kecamatan Sukosewu, yang menghubungkan Dusun Klangkrang dan Dusun Pading, kini tengah bertransformasi dengan konstruksi rigid beton yang kokoh. Progres pembangunannya telah mencapai 75 persen dari total panjang 1.024 meter. Rabu (26/11/2025).

​Proyek peningkatan jalan ini bukan sekadar perbaikan jalan biasa, melainkan investasi vital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian dan UMKM desa.

​Kepala Desa Tegalkodo, Tommy Listyo, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi jalan ini didasarkan pada tingkat urgensi yang tinggi. Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat dan jalur ekonomi, namun selama ini sering tergenang dan sulit dilalui saat musim hujan.

​”Kondisi tanah di sini rawan banjir, dan tidak bisa dilalui saat musim penghujan. Jalur ini adalah tumpuan aktivitas pertanian, peternakan, dan usaha mikro warga,” jelas Tommy.

Baca Juga:  Jalan Rigid Beton Tanggungan Retak Diduga Ada Hal Teknis Yang Tidak Sesuai Spesifikasi

​Dengan dana yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) P-APBD 2025, proyek ini dirancang dengan spesifikasi tangguh yaitu ​Panjang: 1.024 meter
​Lebar: 4 meter, ​Struktur Cor: Dua lapis, dengan cor bawah 10 cm dan cor atas 20 cm.

​”Sekitar 150 meter lagi belum selesai, dan itu akan segera diselesaikan. Ini adalah aset warga dan masa depan ekonomi desa,” tegasnya.

​Dampak positif pembangunan ini sudah dirasakan antusiasmenya oleh warga. Muntoha, salah satu warga Dusun Klangkrang, menyampaikan rasa syukurnya.

​“Kami sangat senang dan mengapresiasi pemerintah desa. Pembangunan jalan ini sangat membantu mobilitas warga, apalagi sudah lama kami menunggu kondisi jalan yang layak,” ujar Muntoha.

Baca Juga:  Jalan Rigid Beton BKKD Di Kecamatan Baureno Rusak, Ditambal Aspal dan Vidionya Viral

​Ia optimistis, dengan akses yang mulus, roda perekonomian desa akan meningkat drastis. “Semoga dengan jalan yang bagus bisa menghemat ongkos di saat musim panen,” tambahnya, menyoroti efisiensi yang akan didapatkan para petani.

​Kades Tommy Listyo mengajak masyarakat untuk bersabar menggunakan akses alternatif sementara dan turut menjaga serta mengawasi pekerjaan pembangunan demi hasil terbaik. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas sinergi melalui BKKD yang berkelanjutan.

​Pembangunan jalan rigid beton ini menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Pemkab Bojonegoro dalam mewujudkan infrastruktur yang memiliki daya ungkit ekonomi, mengubah jalan berlumpur menjadi urat nadi baru kesejahteraan desa. (Lis/Red)