Oleh : Drs. H. Sholikin Jamik,SH. MH.
SuaraBojonegoro.com – Orang bilang Mekah dan Madinah itu taman mininya akhirat. Artinya orang haji harus jujur pada diri sendiri, kalau menemui BERBAGAI KESULITAN JANGAN MENCARI KAMBING HITAM, jangan mencari diri dari orang lain, HARUS CARI SEBAB PADA DIRI SENDIRI jangan menjadikan orang lain sebagai kambing hitam. Di Mekah kalimat seperti itu tidak berlaku.
Semua kesulitan dan tidak enak menimpa kita,Harus mencari sebab pada diri sendiri
Sebab niat kita berhaji adalah PENGAKUAN SEGALA DOSA.Manusia yang penuh noda,berlumpuran dosa datang menghadapmu memohon ampunan dan tobat dari seluruh dosa..Banyak orang haji berkata kata kotor yang tidak terkontrol akan mendatangkan kesulitan dan obatnya adalah TAUBA T
Ada kisah yang terjadi saat menjalankan ibadah haji yaitu seorang yang di tanah air pangkat dan jabatannya tinggi di angkatan bersenjata, saat mencium hajar aswat terlalu lama, kepalanya di tarik sama orang badui yang besar dan hitam. Dia marah dan memukul kepala orang badui itu. Temannya melerai agar sabar dan mengingatkan bahwa sekarang di tanah suci yang di larang bertengkar. Seorang yg pangkat dan jabatan tinggi di tanah air itu marah karena MERASA JABATAN DAN PANGKATNYA TINGGI dan belum pernah di perlakukan seperti itu ketika di tanah air.
Temanya mengingatkan bahwa ini di depan ka’bah, jendral yang pangkat jabatan, harta, status, tidak laku di sini semua sama di hadapan Allah SWT. Disini HARUS JUJUR PADA DIRI SENDIRI, kalau kepala kita di pukul sama orang barangkali di Indonesia kita sering ngeplak (memukul ) orang lain, harus terbuka instrupeksi diri.
Memang berhaji ingin membersihkan diri. Ibarat BAJU kita membawa baju kotor, pulang haji ingin membawa baju bersih yang akan kita simpan di lemari. Maka baju harus di cuci. Di cuci harus di sabuni, digilas, di jemur,di setrika. Wajar bila menemui kesulitan. UNTUK PEMUTIHAN. Pemutihan pribadi yang telah di lumuri dosa dan kesalahan.
Usaha untuk pemutian maka mumpung di tanah suci, puas puaskanlah untuk beribadah. Mumpung di tanah suci yang pahalanya 1:100.000. Apalagi di tempat tempat yang mustajab berdoa, yang doanya langsung di jawab Allah SWT
Maka pusing pusing sedikit, capek capek sedikit berangkatlah ke masjid. Puaskan diri untuk melaksanakan ibadah, Kalau hanya panas yang jadi alasan tidak ke masjid kan rugi tenaga, pikiran,waktu dan uang yang sudah kita kurbankan, pemutian kita tidak maksimal.
*)Penulis adalah Ketua KBIHU Masyarakat Madani Bojonegoro








