Hari Libur Perdana di Awal Tahun 2025, Pengunjung Padati Masjid Wisata Religi di Margomulyo

Reporter : Wahyu Waluyo Utomo

SuaraBojonegoro.com – Awal tahun yang juga masuk di hari libur perdana di tahun 2025, Masjid Wisata Religi yang terletak di Dusun Bungkul, Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo yang baru di buka untuk umum beberapa waktu lalu kini dipadatai pengunjung dari berbagai daerah, Rabu (01/01/2025).

Padatnya pengunjung membuat area parkir yang ada didalam lokasi wisata tidak mampu menampung kendaraan para pengunjung yang terus datang untuk melihat satu – satunya masjid besar yang ada di wilayah barat Kabupaten Bojonegoro.

Disampaikan Teguh (28) warga sekitar Masjid Wisata Religi kepada media ini bahwa pengunjung hari ini lebih banyak dibanding hari – hari sebelumnya setelah Masjid ini dibuka untuk umum, padatnya lokasi parkir membuat para pengunjung terpakasa memarkir kendaraannya di sisi jalan sekitar Masjid.

Baca Juga:  Pengunjung Wisata Kayangan Api Meningkat, Polsek Ngasem Tingkatkan Keamanan Diliburan Tahun Baru 2025

“Hari ini bener – bener full mas, lokasi parkir yang full akibatnya pada parkir disisi jalan”, ungkap Teguh

Karena banyaknya kendaraan yang terparkir di sisi jalan sekitar Masjid Wisata Religi akibatnya terjadi kemacetan di ruas jalan Bojonegoro – Ngawi, untuk kendaraan yang mengarah dari Ngawi ke Bojonegoro ataupun sebaliknya terjadinya kemacetan hingga sekitar 2KM.

“Macet sekitar 2 KM dari arah Ngawi ke Bojonegoro dan sebaliknya mas”, tambahnya.

Dengan banyaknya pengunjung hingga mengakibatkan kemacetan, rupanya ada hal positif bagi masyarakat, Dijelaskan oleh Teguh jika pasca dibukanya Masjid Wisata Religi penghasilan masyarakat melalui UMKM meningkat pesat, masyarakat berharap kedepannya Pemkab Bojonegoro dapat memberikan tempat bagi para pedagang agar tidak berjualan di sisi jalan.

Baca Juga:  Dua Gunung Ini Akan Bikin Kamu Terpesona

“Pendapatan UMKM masayarakat sekitar sedikit terbantu untuk adanya masjid ini, tinggal penataan tempat yng blm ada mas masih di pinggir jalan raya”, pungkasnya. (Why/Red)