Oleh: Muchammad Sulthon Rif’an
SuaraBojonegoro.com – Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Aktivitas belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga berbisnis kini dilakukan melalui berbagai platform digital. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan menggunakan teknologi bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan yang harus dimiliki setiap orang, terutama generasi milenial.
Namun, melek digital tidak berarti hanya mampu mengoperasikan telepon pintar atau aktif di media sosial. Literasi digital jauh lebih luas. Melek digital berarti mampu mencari informasi yang benar, berpikir kritis terhadap setiap konten yang diterima, menggunakan teknologi secara bijak, serta memahami etika dalam berinteraksi di ruang digital.
Realitas saat ini menunjukkan bahwa arus informasi bergerak sangat cepat. Setiap hari jutaan konten beredar tanpa adanya jaminan bahwa semuanya benar. Berita bohong, ujaran kebencian, penipuan daring, hingga penyalahgunaan data pribadi menjadi tantangan nyata di era digital. Tanpa kemampuan literasi digital yang baik, generasi milenial berpotensi menjadi korban sekaligus penyebar informasi yang keliru.
Di sisi lain, dunia digital juga menghadirkan peluang yang luar biasa. Anak muda dapat belajar dari berbagai sumber, membangun usaha secara daring, menciptakan karya kreatif, bahkan memperluas jaringan hingga ke tingkat internasional. Banyak pelaku usaha, kreator konten, maupun profesional yang berhasil berkembang karena mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas dan produktif.
Oleh karena itu, generasi milenial perlu mengubah cara pandang terhadap media digital. Jangan hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga menjadi pencipta karya yang memberikan manfaat. Media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan kreativitas, membangun kolaborasi, serta menyebarkan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
Melek digital juga harus dibarengi dengan karakter yang kuat. Kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan kemampuan menghargai perbedaan tetap menjadi fondasi utama dalam berinteraksi di dunia maya. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai etika yang menjadi ciri masyarakat Indonesia.
Pada akhirnya, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Jika generasi milenial mampu menguasai teknologi sekaligus memiliki literasi digital yang baik, Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang inovatif, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. Sebaliknya, jika teknologi hanya digunakan untuk hiburan tanpa arah dan tanpa sikap kritis, maka peluang besar yang ada akan terbuang sia-sia.
Sudah saatnya generasi milenial menjadi generasi yang tidak hanya akrab dengan teknologi, tetapi juga cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkannya. Karena di era digital, kemampuan terbaik bukanlah siapa yang paling sering online, melainkan siapa yang paling mampu menggunakan teknologi untuk menciptakan perubahan yang positif. (**)
*)Penulis Adalah Jubir Digital Demokrat Bojonegoro








