SuaraBojonegoro.com – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Bojonegoro bersiap memulai babak baru. Menjelang pelantikan resmi kepengurusan periode 2026–2031, jajaran pengurus menggelar rapat koordinasi (Rakor) pemungasan di kawasan Jalan Lettu Suyitno, Bojonegoro, Rabu (15/7/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua ICMI Orda Bojonegoro terpilih, Dr. Arief Januwarso, menjadi ajang pemanasan untuk mematangkan struktur organisasi sekaligus mengunci sejumlah program kerja strategis.
Sesuai jadwal, prosesi pelantikan para cendekiawan Muslim ini akan dihelat pada Jumat, 17 Juli 2026, bertempat di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro.
Dobrak Dunia Akademik Lewat “ICMI Mengajar”
Dikenal sebagai wadahnya para pemikir, ICMI Bojonegoro periode ini enggan sekadar menjadi menara gading. Dr. Arief Januwarso menegaskan, kunci pergerakan organisasi ke depan adalah kolaborasi erat dengan sektor pendidikan tinggi di Bumi Angling Dharma.
“Kami sudah membangun kesepakatan awal dengan para rektor. Momentum pelantikan besok tidak hanya seremonial, tetapi juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah nyata sinergi kami dengan kampus-kampus di Bojonegoro,” ungkap Arief.
Salah satu program unggulan yang siap digulirkan adalah ICMI Mengajar. Lewat program ini, ICMI akan menerjunkan para pakar, akademisi, dan praktisi senior langsung ke ruang-ruang kelas perkuliahan. Tujuannya jelas: mentransfer pengalaman nyata sekaligus memantik minat generasi muda untuk melek isu daerah dan ikut berkontribusi.
Masuk Jalur Digital Melalui Podcast
Tak mau ketinggalan zaman, ICMI Bojonegoro juga bersiap merambah dunia digital. Sebagai ruang alternatif untuk mendiskusikan kebijakan publik dan isu strategis, organisasi ini akan segera meluncurkan kanal Podcast resmi.
“Fasilitas studio dan medianya sudah kami siapkan. Jadi begitu pelantikan selesai, program podcast ini bisa langsung tancap gas,” imbuh Arief optimis.
Berbatik Khas Daerah dan Siapkan Rekomendasi Kebijakan
Selain membahas program populis, rakor tersebut menampung berbagai usulan berat dari Dewan Pakar dan Pengurus. ICMI Bojonegoro berkomitmen untuk aktif memproduksi policy brief (rekomendasi kebijakan) berbasis riset ilmiah guna membantu pemerintah daerah dalam menyusun regulasi.
Nuansa lokalitas juga akan kental terasa pada hari pelantikan nanti. Seluruh pengurus dipastikan tampil kompak mengenakan batik khas Bojonegoro saat prosesi pengambilan sumpah jabatan.
Pasca-pelantikan, masing-masing bidang dijadwalkan langsung menggelar rapat internal untuk mengeksekusi program kerja agar kontribusi nyata ICMI sebagai mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bisa segera dirasakan. (Red)








