Distribusi Ayam Program Peternakan Bojonegoro Sasar 4.400 KPM, Ditarget Rampung Oktober

Reporter : Waluyo Wahyu Utomo

SuaraBojonegoro.com – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro mulai melakukan penyaluran ayam kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program pengembangan peternakan. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan KPM yang telah memenuhi sejumlah persyaratan. Jumat (28/08/2026)

 

Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah, mengatakan bahwa penyaluran tahap awal mencakup 640 KPM yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

 

“Penyaluran di 640 KPM di Kecamatan Dander 16 desa, Kecamatan Kedewan 5 desa, Kecamatan Kasiman 4 desa, Kecamatan Kepohbaru 15 desa, Kecamatan Balen 6 desa, Kecamatan Padangan 6 desa, Kecamatan Sumberrejo 6 desa dan Kecamatan Kalitidu 6 desa,” ujar Indra.

Baca Juga:  Parenting oleh KB/RA Perwanida, Pemkab Bojonegoro Harap Ciptakan Generasi Berkarakter dan Bermental Kuat

 

Menurutnya, secara keseluruhan program tersebut menargetkan sebanyak 4.400 KPM. Namun, distribusi ayam tidak dilakukan secara serentak kepada seluruh penerima, melainkan berdasarkan kesiapan masing-masing KPM.

 

“Distribusi ayam dilaksanakan pada KPM yang sudah menerima bimbingan teknis dan lengkap sarana prasarana kandang, pakan dan obat-obatan,” jelasnya.

 

Tahapan tersebut dilakukan agar KPM yang menerima ayam telah memiliki kesiapan dalam pemeliharaan. Dengan demikian, distribusi disesuaikan dengan kesiapan teknis dan sarana pendukung yang telah dipenuhi oleh penerima manfaat.

 

Indra menyampaikan, Disnakkan Bojonegoro menargetkan seluruh distribusi ayam kepada KPM dapat diselesaikan pada Oktober 2026. Sementara untuk kebutuhan pakan ditargetkan selesai didistribusikan pada November 2026.

Baca Juga:  Kolaborasi EMCL dan Pemerintah dalam Pemberdayaan Kontraktor Lokal Bojonegoro

 

“Untuk pakan target tuntas distribusi di bulan November karena didesain distribusi pakan dua tahap untuk menjaga kualitas pakan,” pungkasnya. (Why/Red)