Reporter : Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Hingga saat ini pencairan Dana Desa (DD) tahap I tahun 2026 belum terealisasi. Ketidak pastian realisasi DD tersebut dinila menghambat pembangunan dan operasional ditingkat desa. Meski persyaratan adminitrasi sudah dipenuhi, namun hingga bulan Mei 2026 ini belum ada kejelasan dari pihak terkait. Sabtu (09/05/26).
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PapDesi) Kabupaten Bojonegoro, Samudi, mengaku jika pihaknya sudah mengajukan proposal sesuai dengan prosedur. Tidak hanya itu, seluruh berkas pengajuan DD telah terverifikasi ditingkat Kecamatan. Sehingga Samudi, menilai jika Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, lelet.
“Intinya DPMD lelet, biasanya bulan 5 sudah cair semua,” katanya.
Kepada suarabojonegoro.com, Kepala Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem ini juga menegaskan jika verifikasi ditingkat kecamatan tidak membutuhkan waktu yang lama. Hal ini dikarenakan di tingkat kecamatan tidak ada perubahan dan syarat tambahan lainnya.
“Verifikasi di kecamatan cepat, karena tidak ada perubahan dan tambahan syarat, disisi lain keterlambatan ini jelas menunjukan tidak ada standart pelayanan di Dinas, katanya setiap perangkat daerah adalah pelayan publik atau SOP ?,” ujarnya.
Samudi menilai ketidak jelaskan pencairan DD tahap I tahun 2026 hingga bulan Mei ini dapat menghambat pembangunan dan pelayanan ditingkat desa. Sehingga dirinya berharap pemcairan DD agar dapat segera dicairkan. Hal ini mngingat batas pencairan akhir DD sampai bulan Juli.
“DPMPD yang lelet, karena akhir pencairan bulan Juli,” pungkasnya. (Bim/Red)








