Cegah Polarisasi dan “Belanja Masalah”, Bakesbangpol Bojonegoro Gelar Rakor Bersama Personel FKDM

SuaraBojonegoro.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat koordinasi bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di ruang rapat Bakesbangpol pada Rabu (24/6/2026). Rapat ini fokus membahas pemetaan potensi gangguan keamanan, evaluasi isu-isu strategis, serta perumusan solusi konkret demi menjaga kondusifitas wilayah di Bojonegoro.

Dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional (Wasnas) dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Bojonegoro, Dedi Kurniawan, pertemuan ini menekankan pentingnya mendeteksi dini setiap dinamika sosial, baik yang berskala lokal maupun yang berimplikasi nasional.

“Kita perlu melihat titik persoalan secara jernih dan bergerak cepat menemukan solusi atas berbagai aksi atau kondisi yang tengah berkembang saat ini,” tegas Dedi Kurniawan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua FKDM Bojonegoro, Aning Wulandari, memaparkan bahwa pihaknya terus konsisten melakukan aksi “belanja masalah” di akar rumput. Pengumpulan data dan informasi dilakukan secara hibrida, baik melalui koordinasi langsung antarrekanan di lapangan maupun pemantauan digital.

Baca Juga:  Optimalisasi Peran Generasi Muda dalam Pencegahan Intoleran, Radikalisme dan Terorisme

Aning menyebut tren dinamika sosial di Bojonegoro mengalami pergeseran dibanding tahun-tahun sebelumnya. Beberapa isu sensitif yang berhasil digali dan memerlukan kajian serius dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meliputi Isu Hukum & Korupsi seperti Dugaan kasus korupsi mobil siaga Desa dan dugaan pungutan liar (pungli) terkait PPPK di Bojonegoro.

Kemudian Gejolak Kebijakan seperti Penolakan serta respons masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah maupun pusat, serta Masalah Sosial dan Domestik terkait Tingginya angka perceraian dan konflik hukum yang memicu ketidakpastian di masyarakat.

FKDM juga memberikan catatan kritis terhadap sejumlah peristiwa yang menyedot perhatian publik sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan 2026. Salah satunya adalah dinamika program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sempat diwarnai insiden keracunan siswa. Saat ini, kondisi terkini menunjukkan adanya polarisasi antara kelompok masyarakat yang mendukung keberlanjutan program MBG dan kelompok yang menolaknya.

Selain MBG, isu-isu lokal spesifik seperti kontroversi acara nonton bareng (nobar) film Pesta Babi, hingga potensi gesekan terkait pergerakan massa pencak silat menyambut bulan Suro (Muharam) juga masuk dalam radar kewaspadaan FKDM.

Baca Juga:  FKDM Bojonegoro Audensi Dengan Tokoh Pencak Silat, Gali Persoalan Adanya Komunitas

Mengingat kompleksnya tantangan ke depan, Kabag Wasnas Dedi Kurniawan berencana mengajukan usulan penambahan jumlah anggota FKDM kepada pimpinan daerah. Langkah ini dinilai strategis agar jangkauan deteksi dini bisa menyentuh wilayah yang lebih luas dan menghasilkan data yang lebih akurat.

“Nanti akan kita usulkan ke pimpinan agar ada penambahan jumlah anggota FKDM. Tujuannya agar kerja-kerja deteksi dini permasalahan di Bojonegoro bisa berjalan lebih maksimal,” ujar Dedi.

Rapat koordinasi ini berlangsung interaktif dan dihadiri oleh jajaran anggota inti FKDM Bojonegoro, di antaranya Moch Bahtiar, A Nur Sholikin, dan Sasmito Anggoro. Melalui penguatan sinergi ini, FKDM dan Bakesbangpol berkomitmen memastikan Bojonegoro tetap berada dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif. (Red)