Hari Ketiga Pencarian Orang Hilang di Kanor

oleh -607 views

Reporter : Sasmito Anggoro

suaraBojonegoro.com – Hari ini memasuki hari ketiga pencarian orang hilang di Desa Pilang Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Bojonegoro, Andi Sudjarwo, pencarian dilakukan di sekitar dugaan lokasi titik orang hilang dengan cara menelusuri tempat tempat sekitar Begawan Mati di Desa setempat.

Diawali dengan Doa Bersama yang di Pimpin oleh Kepala Dinas Damkar Pemkab Bojonegoro bersama Tim SAR (Search and Rescue) gabungan dengan harapan korban hikang bernama Agus Rom (41) warga Dusun Tugu,  RT 8 RW 1, Desa Pilang, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, bisa ditemukan, Selasa (30/6/2020).

“Kami akan melakukan penelusuran dibeberapa titik titik meneruskan jangkauan yang pernah kita telusuri kemarin hingga radius sejauh 5 kilometer,” Terang Andi Sudjarwo.

Disampaikan sesuai dengan prosedur tetap dalam pencarian dilaksanakan selama 3 hari, dan jika korban hilang belum ditemukan, maka pencarian akan dihentikan.

Sebelumnya diberitakan bahwa Pada hari Sabtu Tanggal 27 Juni 2020 pada pukul 08.00 sehabis minum kopi korban  keluar rumah dengan memakai celana pendek dan kaos  sport menuju ke sawah akan memasang kabel sebagai jebakan tikus di pinggir Sungai benggawan mati tepatnya diseberang jalan/tangul depan  rumah korban.

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Bojonegoro, Sukirno yang tergabung dalam Tim SAR dan turut melakukan pencarian korban bahwa hal tersebut  menurut keterangan  kepala Desa setempat karena ada kabel dan perlengkapan perangkap tikus yang tertinggal.

“Setelah jam 11.00 belum pulang keluarga mencari ke lokasi  dan  tidak menemukan  baru keluarga melaporkan kepada Kepala Desa dan kepada Forpimcam,’ Kata Sukirno.

Upaya pencarian yang dilaksanakan oleh Tim SAR yang berasal dari Gabungan diantaranya adalah BPBD, BRIMOB, POLRES, KODIM, Tagana , Koramil, Polsek, Kecamatan , Perangkat Desa, Linmas Desa dan masyarakat  dengan metode Melaksanakan penyesiran di dalam air  Begawan mati dengan kedalaman  airnya mencapai 40 cm sampai  70 cm sanpai radius 1 Km .

“Selain itu juga Melaksanakan penyisiran darat sampai  di dusun pencol  desa Campurejo kabupaten Tuban  dengan radius 4 km dengan mencari di rumpun bambu dan di makam buyut kolodiko,” Terang Sukirno. (Sas*)