Satu PDP Meninggal Di Tuban Ini, Swabnya Positif Terinveksi Covid 19

oleh -4.269 views

Reporter : Sasmito Anggoro

Tuban, SuaraBojonegoro.com – Perempuan (56) Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban yang meninggal dunia, Kamis, (21/5/2020), lalu dari hasil Swabnya yang telah keluar. Dan dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19, Sabtu (30/5/2020).

Satu Orang meninggal Ini menambah jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tuban telah mencapai 44 orang. Dengan rincian 4 orang sembuh atau negatif, 3 orang meninggal dunia, dan 37 orang dalam perawatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyati menyatakan bahwa Satu konfirmasi positif baru ini berasal dari Kecamatan Jatirogo. Namun sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Sebelum meninggal, PDP asal Jatirogo itu memiliki sakit jantung dan kelainan ginjal yang sudah lama. Terakhir yang bersangkutan kontrol dan menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Surabaya sejak 11 Mei 2020,” Tutur Endah Nurul Komariati

“Pasien tersebut meninggal dunia pada tanggal 21 Mei 2020 dan sudah dimakamkan di Surabaya,” tambah Endah yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban.

Endah mengungkapkan, sebelum meninggal pasien tersebut juga telah dilakukan tes swab. Namun hasil tes belum keluar, tetapi pasien sudah meninggal dunia.

“Hasil tes RT-PCR yang dikeluarkan oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya, menyebabkan almarhumah terkonfirmasi positif Covid-19. Walaupun hasil tes swab baru keluar, namun keluarga almarhumah sudah melakukan isolasi mandiri,” jelas Endah.

Lebih lanjut, berdasarkan data peta sebaran Covid-19 Kabupaten Tuban untuk data ODP dan PDP masih tetap sama. Yakni jumlah kumulatif ODP sebanyak 629 orang dengan keterangan sebanyak 517 orang selesai pemantauan dan 112 orang masih dalam pemantauan.

“Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 60 orang. Dari jumlah tersebut tercatat 26 orang sembuh, 14 orang meninggal dunia, dan sisanya yang masih dalam pengawasan sebanyak 20 orang,” pungkasnya. (Sas*)

*) Foto Dokumen SuaraBojonegoro.com