Farum Zakat (FOZ)  Bojonegoro Bantu Korban Dampak Bencana Covid -19

oleh -83 views

Oleh: Said Edy Wibowo

SuaraBojonegoro.com – Dalam situasi pandemi Covid -19 ini, Lembaga-lembaga amil zakat di bojonegoro turut hadir untuk meringankan beban warga terdampak bencana Covid-19, Sebanyak 11 Organisasi Pengelola Zakat di Bojonegoro bersama-sama melaksanakan aksi bersama “Forum Zakat Bojonegoro Peduli Bencana Covid -19”.

Kegiatan ini diadakan pada hari rabu tgl 20 mei 2020 dengan memberikan bantuan berupa sembako dan masker kepada kurang lebih 96 warga dhuafa terdampak bencana Covid- 19 di desa Ledok kulon kec. Bojonegoro dan desa sranak, Desa Tulungrejo kec. trucuk bojonegoro. program ini insyaAllah akan terus berlanjut dengan memperhatikan perkembangan Bencana Covid -19 di Bojonegoro

Kegiatan ini kami adakan dengan tujuan dapat meringankan beban hidup masyarakat yang terkena dampak Bencana corona, khususnya daerah-daerah dimana terdapat warganya yang didiagnosa positif Corona. kedua, kegiatan ini juga bermaksud mengenalkan kepada masyarakat bojonegoro, bahwa lembaga-lembaga zakat di Bojonegoro bersama-sama dalam Forum Zakat Bojonegoro berperan aktif dalam kepdulian terhadap dampak bencana covid- 19 di Bojonegoro, Ujar pak Gunawan Ketua Forum Zakat Bojonegoro.

Nur Alam, selaku Penyeleggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro mengapresiasi kegiatan Forum Zakat (FOZ) Bojonegoro, hal ini membuktikan bahwa pertama eksistensi bahwa Forum Zakat ada di Bojonegoro, kedua sinergitas kegiatan antar lembaga amil zakat (LAZ) terbangun, ketiga kebersamaan dan kekompokan dalam mewujudkan membantu pemerintah bojonegoro mengurangi angka kemiskinan.

Oleh karena itu Kantor Kementerian Agama Bojonegoro selalu mengerakkan dan memotivasi semua LAZ yang ada di Bojonegoro memberikan kontribusi riil kepada masyarakat tanpa membedakan kelompok atau golongan tertentu, sehingga mustahik (penerima zakat) tidak akan double counting dengan kebersamaan dalam satu data penerima ini.

“sebagai harapan kedepan hendaknya FOZ ini tidak hanya berhenti pada kegiatan ini tapi perlu dirancang dengan program yang lebih besar terkait dengan pemberian bantuan yang bersifat produktif tidak hanya konsumtif semata,” pungkas Nur Alam, pria asal Tuban ini. (Sew/Red)