Lawan Covid-19, EMCL Gelar Pelatihan Pembuatan APD dan Handsanitizer

oleh -53 views

SuaraBojonegoro.com – Operator Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggelar pelatihan pembuatan alat pelindung diri dan handsanitizer untuk melawan Covid 19 kepada masyarakat anggota binaan Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro, Selasa (19/5). Pelatihan ini dilaksanakan di Ruang Pelatihan PIB Bojonegoro dengan tetap menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Pelatihan ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Gayam dr. Machmoed, Ketua PIB Ifa Jumrotun Naimah, Perwakilan EMCL Beta Wicaksono, Danposramil dan Perwakilan dari Polsek Gayam. Materi yang disampaikan dalam acara pelatihan ini pembuatan APD yang teverifikasi Dinas Kesehatan dan pembuatan Handsanitizer oleh dr. Mahmud.

Direktur sekaligus penggerak usaha kecil menengah di PIB Bojonegoro, Ifa Jumrotun menyampaikan pelatihan pembuatan APD dan Handsanitizer ini merupakan upaya untuk komodifikasi usaha dari para anggota yang terdampak akibat Covid-19.

“Banyak dari anggota kami merupakan pengusaha makananan dan minuman yang terdampak akibat adanya pandemi ini, maka dari itu, kami membuka peluang usaha baru bagi anggota kelompok binaan di PIB untuk belajar bagaimana membuat alat kesehatan ini,” ungkap Ifa.
Ifa menambahkan, dengan meningkatnya angka permintaan akan APD dan Handsanitizer, keterampilan ini dapat diaplikasikan ketika anggota binaannya mencoba menekuni usaha tersebut. Nantinya, APD dan handsanitizer ini juga akan disumbangkan kepada Puskesmas Gayam dan Desa di Kecamatan Gayam.

Materi pembuatan handsanitizer disampaikan oleh Kepala Puskesmas Gayam, dr. Machmoed. Dalam materinya, beliau menyampaikan jika semua orang dapat membuat sendiri handsanitizer, maka dapat membawa dampak terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Pelatihan ini tidak hanya akan berdampak pada pendapatan saja, namun dapat membawa pengaruh bagi kesehatan kita semua. Kegiatan ini adalah inisiatif yang baik dari EMCL dan PIB,” ujar dr. Machmoed dilanjutkan dengan memaparkan materi tentang bahan apa saja yang diperlukan dalam pembuatan handsanitizer. Bahan-bahan tersebut diantaranya adalah air suling, hydrogen peroksida, gliserol dan alcohol.

Beta Wicaksono, perwakilan EMCL yang turut menghadiri kegiatan ini menyampaikan bahwa kesehatan masyarakat serta pengembangan ekonomi masyarakat merupakan dua pilar utama yang menjadi komitmen EMCL kepada masyarakat di wilayah operasinya.

“EMCL berupaya untuk terus mendukung masyarakat di wilayah operasinya terutama mereka yang terdampak atas adanya pandemi ini. Kami bersinergi bersama masyarakat dan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dan memberikan keterampilan baru kepada anggota binaan,” tutur Beta. (Lis/Red)