Komisi C DPRD Bojonegoro Minta Diknas Tuntaskan Gedung Sekolah Yang Rusak Secepatnya

oleh -166 views

Reporter : Sasmito Anggoro

SuaraBojonegoro.com – Keberadaan adanya gedung atau bangunan sekolah yang rusak di Bojonegoro ini harus segera dituntaskan dalam waktu dekat, karena persoalan kenyamanan, dan keamanan belajar mengajar menjadi prioritas utama dalam bidang pendidikan, hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Mochlasin Afan, Senin (3/2/2020).

Disampaikan oleh Mochlasin Afan, bahwa persoalan seperti kerusakan bangunan sekolah di SD Negeri Pejok 1, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro ini harusnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, bahwa keselamatan Siswa dan Guru harus juga mendapatkan prioritas karena adanya kondisi bangunan yang rusak.

“Kepada pemkab Bojonegoro, melalui Dinas Pendidikan kami minta agar ada penanganan segera, karena yang pasti keselamatan dna ketenangan dalam proses belajar mengajar harus prioritas,” Terang Mochlasin Afan.

Sehingga persoalan bangunan sekolah rusak ini, jangan sampai lebih disibukkan soal hal teknik dan administrasi, namun bagaimana kondisi siswa karena bangunan sekolah mereka yang rusak, dan bagaimana dampaknya pada siswa siswi dan guru saat belajar mengajar, seperti yang terjadi di SD Negeri 1 Pejok.

Komisi C DPRD Bojonegoro seceoatnya akan meminta agar mebyetorkan data sekolah rusak yang ada di Bojonegoro sehingga penangannanya tidak hanya kasusistik seperti di SD Negeri Pejok 1 Kepohbaru ini, sehingga jelas mana saja bangunan sekolah yang mengalami katagori rusak berat, rusak ringan, dan rusak sedang mana saja yang perlu segera untuk ditangani.

“Haraoan kita harus ada penanganan masalah soal gedung sekolahan yang rusak ini dalam waktu yang cepat,” Tegas Pria yang juga Sekretaris Partai Demikrat ini.

Sebelumnya diberitakan bahwa terdapat kerusakan gedung SD Negeri Pejok 1 yang mencemaskan para guru dan murid saat proses belajar mengajar, karena kondisi ruangan yang bocor serta bangunan yang lapuk dimakan usia, sehingga menganggu saat proses belajar mengajar. (Sas/Red)