Indonesia Ukir Sejarah Dengan Sensus Daring

oleh -322 views

Oleh : Eko Hardiyanto

SuaraBojonegoro.com – Kegiatan bersejarah pencatatan penduduk Indonesia sepuluh tahun sekali, Sensus Pen- duduk 2020 (SP2020) akan berlangsung kurang dari sebulan lagi. Kegiatan yang menen- tukan nasib bangsa Indonesia dalam waktu 10 tahun akan segera dimulai.

Kegiatan SP yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengumpulkan beberapa informasi dasar mengenai penduduk seperti variabel individu, pekerjaan, pen- didikan dan perumahan. Apa yang menyebabkan SP tahun ini istimewa? Pada SP tahun ini masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dengan mengikuti Sensus secara Daring. Interview dan pencatatan dilakukan melalui web secara online/daring yang serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Mengapa Sensus secara Daring?

Sensus Daring atau lebih dikenal dengan Sensus Penduduk Online (SPO) adalah kegiatan pendataan penduduk dengan interview yang tercatat di web. SPO ini adalah kali pertama dalam sejarah dari keenam Pendataan Sensus Penduduk sebelumnya. Dasar Kegiatan Sen- sus Penduduk adalah Undang-Undang No 16 Tahun 1997, kegiatan ini merupakan kegiatan utama yang dilakukan oleh BPS di seluruh Indonesia untuk mengumpulkan statistik dasar.

Tentunya pemilihan pendataan Sensus secara daring ini adalah salah satu bentuk bahwa pe- merintah dalam hal ini BPS, mengadopsi cara-cara pendataan yang sesuai dengan perkem- bangan teknologi serta solusi beberapa permasalahan pendataan dimana warga negara yang sulit sekali ditemui mengingat jadwal waktu yang padat nan ketat.

Siapa yang dapat berpartisipasi?

Seluruh WNI dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini dan semua orang dapat mengukirkan sejarahnya dalam kegiatan sensus ini karena peristiwa sensus ini tidak akan terulang dalam kurun waktu 10 tahun mendatang. Sangat disayangkan jika momen yang langka ini terlewat begitu saja tanpa ikut berpartisipasi, minimal dapat menjadi cerita klasik untuk masa depan yang kemungkinan 10 tahun mendatang tidak lagi menggunakan metode daring seperti ini, karena data sudah terintegrasi antar tiap K/L atau instansi.

Untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, seluruh WNI hanya perlu mengisikan data dirinya secara mandiri di laman sensus.bps.go.id. Tak banyak pertanyaan disana, setidaknya ada 21 butir pertanyaan terkait informasi penduduk yang mudah untuk dijawab. Segmentasi masyarakat menurut BPS terbagi menjadi tiga kelompok besar yaitu ASN, para akademisi dan masyarakat umum hingga kalangan milenial. Generasi milenial yang sangat dekat dengan gadget memiliki potensi besar dalam mengukir sejarah dalam berpartisipasi di sensus daring ini.

Kapan Dimulainya?

Sensus daring akan dimulai pada tanggal 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Seluruh WNI dapat meng-update, menambahkan serta memverifikasi kebenaran data Adminduknya. Sampai saat ini BPS sudah berkoordinasi dengan para pejabat negara dan pemimpin dari tingkat menteri hingga kepala desa, para akademisi serta tokoh-tokoh yang berpengaruh di masyarakat umum. Bahkan presiden RI Joko Widodo berkali-kali menekankan krusialnya

data yang dikumpulkan oleh BPS.
Tujuan dari sensus penduduk adalah untuk menjadi data dasar, tak hanya Indonesia terda- pat 54 negara lain yang melakukan sensus di tahun 2020. Diantaranya negara-negara yang akan melaksanakan sensus di tahun yang sama dengan Indonesia yakni Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Rusia, Korea Selatan, dan Singapura. Tentunya dengan berbagai macam metode yang digunakan dalam pelaksanaan Sensus Penduduknya seperti metode tradisional, kombinasi dan berbasis registrasi.
Negara Indonesia sendiri menggunakan metode kombinasi yaitu menggunakan perpaduan antara tradisional wawancara dari pintu ke pintu dengan register data di kependudukan, dimana metode seperti ini juga baru pertama kali diterapkan pada Sensus Penduduk In- donesia. Menurut Suhariyanto Kepala BPS ”Data Kependudukan selain sebagai data dasar untuk mengambil kebijakan di berbagai bidang, data kependudukan digunakan untuk meli- hat dinamika demografi, menghitung kebutuhan pangan, kebutuhan jumlah sekolah atau guru, dan lain-lain. Perencanaan di bidang apa pun selalu memerlukan data penduduk.”

Teknologi Apa yang Dipakai?

Sensus Penduduk 2020 (SP2020) ini juga beda selain menggunakan metode kombinasi, SP2020 ini akan dilaksanakan dalam dua tahap pelaksanaan. Pertama melalui sensus daring dan Kedua dengan wawancara, kedua proses ini dilaksanakan pada waktu yang berbeda.
Pengumpulan data di Kedua tahap Sensus Penduduk ini juga menggunakan moda yang berbeda, Sensus Daring atau SPO akan menggunakan CAWI (pencatatan dengan web secara daring) sedangkan Sensus Penduduk Wawancara (SPW) menggunakan CAPI (interview tercatat lewat gadget) dan PAPI (interview tercatat di media kertas).
Sekilas tentang CAWI (Computer Aided web Interviewing)
CAWI adalah interview atau pendataan yang dilakukan melalui web daring sebagai media pencatatan. Mengapa menggunakan daring? Menurut data APJII (Asosiasi Penyeleng- gara Jasa Internet Indonesia) penetrasi pengguna Internet di tahun 2018 mencapai 171 juta jiwa atau sekitar 64 % dari total penduduk jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang berjumlah 143 juta jiwa. Pulau Jawa masih mendominasi pengguna in- ternet sebesar 55 %. Oleh karena itu, dalam kegiatan Sensus Penduduk Online mendatang diharapkan partisipasi masyarakat cukup tinggi antara 20-30 persen dari total penduduk mengingat perkembangan penetrasi internet yang cukup tinggi di Indonesia.

Guna mendukung suksesnya pelaksanaan SPO ini BPS juga menempuh berbagai jalur baik koordinasi antara pemerintah pusat, daerah hingga level terkecil di seluruh Indonesia. Kegiatan koordinasi lintas kementerian untuk mendorong para ASN berpartisipasi secara aktif di Sensus Penduduk Online juga telah dilakukan. Diharapkan dalam koordinasi ini seluruh ASN dengan jumlah lebih dari 4 juta jiwa (data BKN tahun 2018) dapat meningkatkan angka partisipasi dalam Sensus Penduduk Online mendatang.
Menurut BPS partisipasi masyarakat merupakan penentu dari keberhasilan di Sensus Pen- duduk Online. Ada 3 hal membedakan seseorang dalam mengukir sejarah, yaitu Ke- mauan, Keilmuan dan Kesempatan. Keilmuan dan kesempatan telah diberikan sarana pendukungnya mulai dari jadwal hingga informasi mengenai Sensus Penduduk, tinggal ke- mauan masyarakat yang paling menentukan dalam kegiatan Sensus Penduduk secara daring ini. Berikan data seakurat mungkin, data Anda penentu nasib bangsa!. #MencatatIndonesia

*) Penulis Adalah Pranata Komputer Muda – BPS Provinsi Jawa Timur