Reporter: Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com — Bantaran Sungai Bengawan Solo di Dukuh Karangwaru RT 12/RW 03, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, terancam longsor akibat abrasi dan pergerakan tanah di tepi sungai. Kondisi tersebut dipicu naik turunnya debit air Bengawan Solo yang terus menggerus daratan. Selasa (27/1/2026).
Pantauan awak media di lokasi menunjukkan satu rumah warga nyaris jatuh ke sungai, sementara satu rumah lainnya berada sekitar dua meter dari bibir sungai. Warga khawatir jika dalam satu hingga dua pekan ke depan tidak ada penanganan, longsor dapat terjadi sewaktu-waktu dan mengancam keselamatan penghuni.
Kepala Desa Sarirejo, Arif Rahman Hakim, mengatakan pemerintah desa telah berulang kali mengajukan permohonan pembangunan pelindung tebing kepada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro, dengan tembusan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Sudah diajukan, tinggal menunggu izin dari BBWS. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak desa juga telah berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta camat setempat. Menurutnya, setiap tahun proposal penanganan abrasi selalu diajukan ke dinas terkait, namun hingga kini belum membuahkan hasil karena masih menunggu rekomendasi dari BBWS.
“Kami khawatir kalau tidak segera ditangani, kondisi ini bisa membahayakan warga Dusun Karangwaru, khususnya dua rumah yang berada paling dekat dengan sungai,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, mendorong BBWS dan instansi terkait agar segera turun tangan melakukan penanganan di lokasi rawan longsor tersebut.
“Itu kan tanahnya sudah bersertifikat SHM. Kalau warga tidak punya tempat lain tentu kasihan. Harus segera ada langkah konkret,” tandasnya. (Bim/Red)








