Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Sejumlah pekerjaan infrastruktur di bawah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Bojonegoro, khususnya pada bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU), hingga awal Januari 2026 belum sepenuhnya terselesaikan. Salah satu pekerjaan yang masih dalam proses yakni pembangunan trotoar di wilayah perkotaan. Rabu (07/01/2026).
Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya DPKPCK Bojonegoro, Zunaidi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas sejumlah gangguan yang muncul selama proses pembangunan trotoar. Pekerjaan trotoar di kawasan perkotaan memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena bersinggungan langsung dengan berbagai utilitas yang berada di bawah tanah.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat, terutama pelanggan PDAM, karena sempat terjadi gangguan air minum, bahkan ada yang sampai mingguan. Niat kita membangun, bukan merusak. Alhamdulillah, saat ini gangguan air minum sudah teratasi,” ujar Zunaidi.
Zunaidi mengungkapkan, dari total sembilan ruas trotoar yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2025, hingga memasuki tahun 2026 masih terdapat tujuh ruas yang belum rampung. Atas kondisi tersebut, pemerintah daerah memberikan perpanjangan waktu atau pemberian kesempatan selama 50 hari kepada penyedia jasa untuk menyelesaikan pekerjaan.
“Beberapa ruas sebenarnya sudah hampir 100 persen. Seperti di Jalan WR Supratman sisi barat, tinggal menunggu pemasangan PJU karena materialnya baru datang. Termasuk Jalan AKBPM Soeroko Barat, itu sebenarnya sudah selesai, tetapi tetap kami berikan kesempatan karena PJU-nya,” jelasnya.
Meski diberikan tambahan waktu, Zunaidi menegaskan bahwa keterlambatan penyelesaian pekerjaan tersebut tetap masuk kategori wanprestasi dari penyedia jasa dan dikenakan denda sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pemberian kesempatan itu tetap dihitung sebagai keterlambatan, artinya penyedia tetap dikenai denda. Ini murni kesalahan penyedia dan tentu ada konsekuensinya,” tegasnya.
Terkait penyebab keterlambatan, Zunaidi menyebutkan sejumlah faktor, mulai dari keterlambatan pemenuhan material, padatnya pekerjaan lintas dinas menjelang akhir tahun anggaran, hingga faktor cuaca.
“Bulan Desember memang musim hujan, dan itu kita ketahui bersama. Hampir semua pekerjaan dari berbagai dinas juga mengalami kondisi yang sama,” ujarnya.
Meski demikian, pihak DPKPCK optimistis seluruh pekerjaan PSU, khususnya pembangunan trotoar di wilayah perkotaan, dapat diselesaikan sepenuhnya pada akhir Januari 2026. Hal ini didukung dengan pemantauan rutin.
“Harapan saya akhir Januari semuanya sudah clear. Setiap hari kami lakukan pemantauan, dan penyedia juga terus mengejar karena semakin lama, dendanya semakin besar,” pungkasnya. (Why/Red)







