Jelang HJB ke-349, 200 Anggota MLKI Bojonegoro Ziarah ke 11 Makam Leluhur

SuaraBojonegoro.com – Sebanyak 200 anggota Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kabupaten Bojonegoro dari delapan paguyuban aliran kepercayaan melaksanakan ziarah ke 11 makam leluhur, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-349 Kabupaten Bojonegoro sekaligus mengenang jasa para tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah daerah.

Ketua Presidium II MLKI Kabupaten Bojonegoro, Haryoko, yang akrab disapa Mbah Bowo, mengatakan ziarah tersebut menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

“Ada lebih 200 orang dari delapan paguyuban aliran kepercayaan yang mengikuti prosesi ziarah ke makam leluhur yang tersebar di sebelas titik di Bojonegoro. Kita bangga memiliki tokoh-tokoh hebat sehingga kita sangat perlu belajar meneladani beliau,” kata Mbah Bowo.

Delapan paguyuban yang mengikuti kegiatan tersebut meliputi Sapta Dharma, Ngudi Utomo, Paguyuban Wujud Jiwa Sempurna (PWJS), Ilmu Sejati, Coblong Kamulyan, Kapribaden, Komunitas Kemeluk Menyan (KKM), dan Sedulur Sikep Samin.

Sebelas makam yang diziarahi tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Di Kecamatan Bojonegoro, rombongan mengunjungi makam Aryo Dalem di Kelurahan Kadipaten, Kanjeng Sumantri di Kelurahan Mojokampung, Mbah Andongsari di Kelurahan Ledok Kulon, serta Mbah Gadung di Kelurahan Kauman.

Baca Juga:  Jelang HJB ke 347, Disdik Bojonegoro Gelar Festival Finger Painting

Ziarah juga dilakukan ke makam Haryo Matahun di Desa Ngraseh dan Joyonegoro di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander; Sunan Blongsong di Desa Blongsong, Kecamatan Baureno; Lancing Kusumo di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan; Wali Kidangan di Desa Sukorejo, Kecamatan Malo; Prabu Angling Dharma di Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu; serta Menak Anggrung di Kecamatan Padangan.

Prosesi ziarah diawali dengan pembakaran kemenyan madu oleh Komunitas Kemeluk Menyan. Selanjutnya, sesepuh organisasi menyampaikan sesorah, dilanjutkan lantunan tembang pangkur dan hastungkara untuk para leluhur. Rangkaian ritual ditutup dengan doa jumbuh maneges yang dipimpin Ketua PWJS, Sujito.

Sujito mengatakan, para tokoh yang pernah memimpin Bojonegoro pada masa penjajahan Belanda maupun tokoh dari era Jawa kuno patut diteladani, terutama dalam menjaga dan mempertahankan ajaran budi pekerti luhur.

“Pada masa lampau beliau-beliau selain menjadi pemimpin pemerintahan juga memiliki keteguhan untuk mempertahankan ajaran budi pekerti luhur, sehingga kami merasa terpanggil untuk mempertahankan ajaran budi pekerti luhur tersebut dan mengajarkannya kembali kepada generasi muda yang ada sekarang,” ujar Sujito seusai berziarah di makam Kanjeng Sumantri.

Baca Juga:  Peringati HJB ke 347, Sebanyak 2.294 Peserta KB dan PP di Bojonegoro Antusias Ikuti Festival Finger Painting

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Bojonegoro, Kuzaini, mengapresiasi keterlibatan berbagai paguyuban aliran kepercayaan dalam kegiatan ziarah menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro.

Pria yang akrab disapa Kang Zen Samin tersebut berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap menjelang puncak peringatan hari jadi. Menurutnya, keterlibatan para penganut aliran kepercayaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Para penganut aliran kepercayaan yang ada di Bojonegoro kita harapkan mengikuti prosesi ziarah ke makam para leluhur pada setiap jelang puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro. Kita berharap mereka bersama-sama ikut aktif mengisi pembangunan di Bojonegoro pada khususnya,” kata Kuzaini.

Ia berharap sinergi seluruh elemen masyarakat dapat mendukung pembangunan Kabupaten Bojonegoro agar semakin maju, makmur, dan membanggakan di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.

Melalui ziarah tersebut, MLKI Bojonegoro berharap nilai-nilai keteladanan para leluhur tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi muda, sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan sejarah serta kebudayaan lokal dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-349. (Red*)