Lantik 28 PAC HKTI, Bojonegoro Target Cetak 300 Hektare Sawah Baru

SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan pencetakan sedikitnya 300 hektare sawah baru dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui optimalisasi jaringan irigasi dan pengembangan teknologi pertanian.

 

Pencetakan sawah baru tersebut direncanakan melalui kerja sama dengan pemilik lahan dan berbagai pihak terkait, termasuk Perum Perhutani. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan teknologi dan inovasi di sektor pertanian.

 

Komitmen penguatan sektor pertanian tersebut sejalan dengan pelantikan 28 Pengurus Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Kabupaten Bojonegoro. Pelantikan ini menjadi langkah memperkuat organisasi petani hingga tingkat kecamatan agar semakin dekat dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

 

Ketua DPC HKTI Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan kepengurusan 28 PAC tersebut sebenarnya telah terbentuk sejak 2022. Pelantikan kali ini dilakukan untuk memberikan pengukuhan sekaligus memperkuat legitimasi pengurus dalam menjalankan tugas organisasi.

 

Menurut Nurul yang juga menjabat Wakil Bupati Bojonegoro, penyusunan kepengurusan PAC melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepala desa, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), kelompok tani hingga gabungan kelompok tani (gapoktan).

 

“Dengan struktur organisasi yang kuat hingga tingkat kecamatan, HKTI diharapkan semakin dekat dengan persoalan petani di setiap wilayah dan mampu mendukung program Pemkab Bojonegoro, DKPP, maupun pemerintah pusat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

 

Produksi Padi Meningkat Menjadi 886 Ribu Ton

Baca Juga:  Rakerda HKTI Jatim, Bangkit Dari Keterpurukan Pasca Pandemi

 

Nurul juga memaparkan perkembangan produksi padi di Kabupaten Bojonegoro. Pada 2025, produksi padi tercatat sekitar 710.000 ton. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 886.000 ton pada 2026.

 

Peningkatan produksi tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari berbagai upaya untuk mengatasi persoalan mendasar yang dihadapi petani. Sejumlah persoalan tersebut meliputi ketersediaan air, pupuk, harga hasil panen, bibit, serta serangan hama.

 

Karena itu, penguatan jaringan irigasi, dukungan sarana produksi, serta pemanfaatan teknologi pertanian menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas pertanian di Bojonegoro.

 

Nurul menegaskan, kebijakan pembangunan daerah diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk para petani.

 

“Arah kebijakan makro Pak Bupati berimbas pada peningkatan pendapatan petani. Alhamdulillah, kemiskinan di Bojonegoro sesuai dengan rilis data BPS bahwa selama dekade tahun 2003–2026 penurunan kemiskinan ada di angka 17,43 persen,” katanya.

 

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dipaparkannya, angka kemiskinan Bojonegoro mengalami perkembangan positif. Dalam satu dekade terakhir, penurunan angka kemiskinan tertinggi disebut mencapai 0,80 persen pada 2026. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 15 Oktober, Bojonegoro juga disebut telah keluar dari kelompok 11 daerah dengan angka kemiskinan tertinggi.

 

DPD HKTI Jatim Dorong Penguatan Organisasi Petani

 

Sementara itu, Bendahara DPD HKTI Jawa Timur, Budi, menyampaikan apresiasi atas pelantikan 28 PAC HKTI di Kabupaten Bojonegoro.

 

Menurutnya, penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan merupakan langkah penting untuk memperkuat konsolidasi sekaligus memperluas peran HKTI dalam mendukung petani dan menjaga ketahanan pangan.

Baca Juga:  Jimmi Junaedi Terpilih Jadi Ketua Periode 2021 - 2026 Dalam Muscab HKTI Bojonegoro

 

“Atas nama pimpinan DPD HKTI Jawa Timur, kami mengucapkan selamat atas pelantikan 28 PAC se-Kabupaten Bojonegoro. Semoga semakin nyata dalam mewujudkan petani yang makmur,” ujar Budi.

 

Ia berharap kepengurusan yang telah dikukuhkan dapat menjalankan peran secara aktif, membangun komunikasi dengan petani, serta bersinergi dengan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian.

 

Kelompok Tani Terima Bantuan Alsintan

 

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Bojonegoro juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kegiatan produksi pertanian, meningkatkan efisiensi kerja, serta membantu petani dalam mengelola lahan dan menghadapi persoalan pengairan.

 

Bantuan yang disalurkan meliputi pompa air untuk 26 kelompok tani, 16 traktor roda dua untuk 16 kelompok tani, serta tiga unit mesin kombinasi panen (combine harvester) untuk tiga kelompok tani.

 

Selain itu, terdapat bantuan dua unit traktor tangan, hibah untuk kebutuhan listrik persawahan bagi enam kelompok tani, serta bantuan mesin perajang.

 

Dukungan sarana pertanian tersebut diharapkan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menekan kendala dalam proses pengolahan lahan hingga panen.

 

Melalui penguatan organisasi HKTI, peningkatan sarana pertanian, optimalisasi irigasi, serta rencana pencetakan 300 hektare sawah baru, Pemkab Bojonegoro berharap sektor pertanian semakin berkembang dan mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani serta ketahanan pangan daerah. (Lis/Red)