Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com — Di tengah kondisi masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih, kepedulian dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Hal itu dilakukan keluarga besar MTsN 4 Bojonegoro dengan menyalurkan bantuan sebanyak 70.000 liter air bersih kepada masyarakat di dua desa.
Bantuan tersebut merupakan hasil donasi keluarga besar MTsN 4 Bojonegoro yang berhasil menghimpun tujuh tangki air bersih. Masing-masing tangki memiliki kapasitas 10.000 liter.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah kepemimpinan Kepala MTsN 4 Bojonegoro, Setyoko Esthi Cahyono, M.Pd., bersama KTU, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh karyawan dan karyawati MTsN 4 Bojonegoro.
Aksi sosial ini juga mendapat dukungan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) MTsN 4 Bojonegoro di bawah naungan Ny. Anis Syafia Setyoko, S.Sos.I., M.Pd.I., OSIM MTsN 4 Bojonegoro, serta Tim Lowo Ijo yang diketuai Tri Agung Yanuri, M.Pd.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan ke masyarakat di Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, dan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo. Secara keseluruhan, penyaluran dilakukan di 18 titik.
Di Desa Nganti, bantuan menyasar sejumlah dusun, yakni Dusun Nganti, Jeding, Bendo, Jati, PP, dan Gempol. Sementara di Desa Ngelo, bantuan disalurkan kepada masyarakat di Dusun Ngelo.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala MTsN 4 Bojonegoro, Setyoko Esthi Cahyono, kepada masyarakat Desa Nganti. Bantuan tersebut diterima Kepala Desa Nganti, Mariyadi, sebagai perwakilan masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian madrasah terhadap masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dengan lingkungan sekitar.
Bagi keluarga besar MTsN 4 Bojonegoro, kegiatan tersebut bukan sekadar menyalurkan air bersih. Lebih dari itu, aksi sosial ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian, empati, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
Keterlibatan OSIM juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para siswa. Melalui kegiatan sosial secara langsung, siswa diajak memahami kondisi masyarakat sekaligus belajar bahwa keberadaan madrasah dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Sementara itu, DWP MTsN 4 Bojonegoro turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi. Partisipasi tersebut sekaligus menjadi contoh bagi keluarga besar madrasah dalam membangun budaya gotong royong.
Dukungan juga diberikan Tim Lowo Ijo, komunitas motor keluarga besar MTsN 4 Bojonegoro yang diketuai Tri Agung Yanuri. Komunitas tersebut turut membantu pelaksanaan dan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat di wilayah sasaran.
Melalui kegiatan ini, MTsN 4 Bojonegoro berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, sekaligus mempererat silaturahmi antara madrasah dan masyarakat.
Sebanyak 70.000 liter air bersih telah disalurkan. Namun, bagi keluarga besar MTsN 4 Bojonegoro, nilai kegiatan tersebut tidak hanya terletak pada jumlah air yang diberikan, tetapi juga pada kepedulian dan kebersamaan yang menyertainya.
Sebab air yang disalurkan mungkin akan habis, tetapi semangat untuk peduli, berbagi, dan bergotong royong diharapkan terus mengalir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Rif/Red)








