Muhammadiyah Bojonegoro Galang Infaq untuk Korban Gempa NTT

Reporter : Moch Arif

SuaraBojonegoro.com – Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditunjukkan Muhammadiyah Bojonegoro dengan menggalang donasi kemanusiaan melalui masjid-masjid Muhammadiyah serta seluruh amal usaha Muhammadiyah di wilayah setempat.

Aksi penggalangan donasi tersebut merupakan tindak lanjut atas edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyusul gempa bumi yang melanda wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Di Kabupaten Bojonegoro, pengumpulan infaq dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan Salat Jumat, 21 Agustus 2026. Dana yang terkumpul nantinya disetorkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu).

Selanjutnya, donasi tersebut akan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa di Flores.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Virus Corona, MDMC Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Kapas

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, Sholikin Jamik, mengatakan gerakan tersebut tidak hanya dilakukan melalui masjid. Penggalangan infaq juga menyasar berbagai amal usaha Muhammadiyah, termasuk para karyawan rumah sakit serta lembaga pendidikan Muhammadiyah di Bojonegoro.

Menurutnya, aksi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan Muhammadiyah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

β€œIni merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Kami berharap gerakan ini bisa mengetuk hati masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya.

Muhammadiyah Bojonegoro berharap semangat gotong royong dalam penggalangan donasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi para korban gempa. Bantuan yang terkumpul diharapkan mampu meringankan beban masyarakat Flores yang terdampak bencana.

Baca Juga:  Hari Ini Warga Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Shalat Idul Fitri di 84 Lokasi

Gerakan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas wilayah. Dari Bojonegoro, solidaritas kemanusiaan diharapkan dapat menjadi energi untuk membantu masyarakat Flores bangkit setelah bencana. (Red/Rif)