Kue Seribuan di Padangan Bojonegoro Laris Manis, Produksi Capai 35 Ribu Buah per Hari

Reporter : Moch Arifianto

SuaraBojonegoro.com – Siapa sangka jajanan seharga Rp1.000 per buah bisa diproduksi hingga puluhan ribu dalam sehari. Hal itu dilakukan Tika, pelaku UMKM di Jalan Diponegoro, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, yang sukses mengembangkan usaha kue seribuan dengan pasar hingga luar daerah.

Meski seluruh produknya dibanderol dengan harga yang sama, yakni Rp1.000 per buah, Tika mampu memproduksi sekitar 30 ribu hingga 35 ribu kue setiap hari. Menariknya, seluruh produksi tersebut disebut selalu habis terjual.

Dengan volume produksi tersebut, omzet kotor usaha ini secara matematis dapat mencapai sekitar Rp30 juta hingga Rp35 juta per hari apabila seluruh produk terjual. Namun, angka tersebut merupakan omzet kotor yang masih harus dikurangi biaya bahan baku, tenaga kerja, dan operasional lainnya.

“Semua kue harganya seribu rupiah. Alhamdulillah, kami produksi 30 sampai 35 ribu jajanan setiap hari dan habis,” ujar Tika.

Usaha kue milik Tika terbilang masih sangat muda. Bisnis jajanan seribuan tersebut baru berjalan sekitar tiga bulan. Namun, tingginya permintaan membuat kapasitas produksi berkembang cukup pesat.

Baca Juga:  Bawakan 12 Lagu, Band Ungu Bakal Perform di Bojonegoro

Pesanan tidak hanya datang dari wilayah Bojonegoro. Produk kue tersebut bahkan telah menjangkau sejumlah daerah lain, seperti Solo, Yogyakarta, hingga Cepu.

Beragam jenis jajanan diproduksi setiap hari. Mulai dari donat, roti, kukis, brownies, risol, hingga berbagai jenis kue lainnya. Meski memiliki bentuk dan jenis berbeda, seluruh produk tetap ditawarkan dengan harga Rp1.000 per buah.

Strategi mempertahankan harga murah menjadi salah satu daya tarik utama usaha tersebut. Bahkan ketika harga sejumlah bahan baku mengalami kenaikan, Tika memilih tetap mempertahankan harga jual.

“Kita jual murah karena kita produksi skala besar,” ujarnya.

Untuk mengejar tingginya permintaan, proses produksi dilakukan setiap hari dengan melibatkan sekitar 20 pegawai. Aktivitas penjualan biasanya berlangsung mulai siang hingga malam hari.

Produksi dalam skala besar tersebut tidak hanya membuat produk kue lebih mudah dijangkau masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

Di lokasi usaha, pembeli tampak berdatangan untuk memilih berbagai macam jajanan yang tersedia. Harga yang hanya Rp1.000 membuat masyarakat bisa membeli dalam jumlah banyak, baik untuk konsumsi keluarga maupun kebutuhan berbagai acara.

Baca Juga:  Inilah Himbauan Kapolres Bojonegoro Untuk Hindari Kegiatan Yang Melanggar Hukum

Salah satu pembeli, Rina, mengaku puas dengan harga dan pilihan kue yang ditawarkan.

“Sangat puas beli kue di sini karena semuanya serba seribu. Kalau beli di kota mungkin harganya bisa Rp2 ribu sampai Rp3 ribu. Kalau di sini semuanya harganya seribu,” tambahnya.

Kisah usaha kue seribuan di Padangan ini menjadi gambaran bagaimana inovasi dan efisiensi produksi dapat menjadi strategi bagi UMKM untuk menjangkau konsumen lebih luas.

Dengan mempertahankan harga terjangkau, memperbanyak variasi produk, serta meningkatkan kapasitas produksi, usaha yang baru berjalan beberapa bulan tersebut telah mampu menyerap tenaga kerja sekaligus menembus pasar luar daerah.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sendiri terus mendorong pengembangan UMKM melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, inovasi produk, penguatan pemasaran, hingga perluasan akses pasar.

Pertumbuhan usaha seperti milik Tika diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya bahwa produk sederhana dengan harga terjangkau pun dapat berkembang menjadi usaha dengan produksi puluhan ribu buah setiap hari, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. (Rif/Red)