Berawal dari 15 Ekor Domba, Pengusaha Muda Bojonegoro Tembus Pasar Jawa Timur

SuaraBojonegoro.com – Ketekunan, keberanian berinovasi, dan kemauan untuk terus belajar mengantarkan seorang pemuda asal Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, meraih kesuksesan di sektor peternakan. Berbekal modal awal hanya Rp10 juta dan 15 ekor domba, Airlangga Bayu Puspita kini berhasil mengembangkan usaha Aqiqah Assalam hingga melayani konsumen di berbagai wilayah Jawa Timur.

Usaha yang dirintis sejak tahun 2011 itu terus menunjukkan perkembangan signifikan. Tak hanya meningkatkan jumlah ternak, Airlangga juga berhasil membangun sistem usaha yang terintegrasi, mulai dari budidaya, pemasaran, hingga pengolahan produk berbasis domba.

Titik balik perkembangan usahanya terjadi pada 2016 saat mulai mendapatkan pendampingan dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro. Berbagai pelatihan dan pembinaan yang diterimanya menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas usaha sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

“Pembinaan dari Disnakkan memberikan banyak manfaat bagi perkembangan usaha kami. Kini saya juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman kepada peternak lain agar mereka semakin percaya diri mengembangkan usaha ternak domba,” ujar Airlangga.

Baca Juga:  POLITISASI HARGA MINYAK GORENG

Keberhasilannya membuat Disnakkan mempercayainya sebagai narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Domba Kesejahteraan pada 2025. Tahun 2026, kepercayaan tersebut kembali diberikan untuk membagikan pengalaman kepada para penerima program di berbagai kecamatan.

Saat ini, Airlangga mengelola sekitar 300 ekor domba, bahkan jumlahnya dapat meningkat hingga 800 ekor menjelang Hari Raya Iduladha karena tingginya permintaan pasar.

Yang membedakan Aqiqah Assalam dengan usaha peternakan lainnya adalah inovasi layanan yang terus dikembangkan. Tidak hanya menjual domba hidup, usaha ini juga menyediakan layanan penyembelihan hingga paket olahan siap saji sesuai kebutuhan pelanggan.

“Ini mengikuti perkembangan zaman dan mengikuti permintaan pembeli,” jelasnya.

Dalam proses produksinya, Airlangga juga memberdayakan masyarakat sekitar sebagai tenaga pengolah makanan, sementara para lulusan perguruan tinggi direkrut untuk menangani administrasi dan pemasaran. Model usaha tersebut tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Kisah Sukses Oky Sugiarto, Jualan Dimsum dan Mie Gobyos Berawal dari Coba-Coba

Jangkauan pemasaran Aqiqah Assalam pun semakin luas. Selain memiliki kantor pemasaran di Surabaya dan Jombang, usaha tersebut telah melayani konsumen di wilayah Madura serta sedikitnya 12 kota lainnya di Jawa Timur.

Bagi Airlangga, kesuksesan di bidang peternakan tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga kecintaan terhadap usaha yang dijalankan.

“Kalau ingin sukses di bidang ternak domba, yang pertama harus mencintai dulu ternaknya. Kambing maupun domba adalah hewan yang diberkahi. Nikmati prosesnya, terus belajar, insyaallah hasilnya akan mengikuti,” pesannya.

Melalui berbagai program pembinaan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Disnakkan terus mendorong lahirnya peternak-peternak muda yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Kisah sukses Airlangga Bayu Puspita menjadi bukti bahwa sektor peternakan memiliki prospek yang menjanjikan dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan serius, inovatif, dan berkelanjutan. (Lis/Red)