Mahasiswa KKN BBK 8 Unair Gelar Program Sehati Berdayakan Lansia Kelola Nyeri Sendi, Wujudkan SDGs 3

SuaraBojonegoro.com – Program Sehati (Penyuluhan Kesehatan Mengenai Nyeri Sendi Pada Lansia) berhasil diselenggarakan dengan lancar di Balai Desa pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan pengabdian masyarakat yang sangat bermanfaat ini diinisiasi secara kolaboratif oleh Fajriana Jordan dan Danar Mariono Putra selaku penanggung jawab utama. Tujuan utama dari program kesehatan ini adalah memberikan solusi efektif dan edukatif bagi para lansia dalam memahami pentingnya pengelolaan nyeri sendi guna meningkatkan kemandirian serta kualitas hidup harian mereka.

Melakukan senam arthritis bersama-sama di Balai Desa Bogangin pada Kamis (23/07/2026). Foto: Arfi Albarr M. M.)

Penyuluhan ini berfokus pada pemberian edukasi komprehensif mengenai pengertian, penyebab, gejala, serta dampak fisik, psikologis, dan sosial akibat nyeri sendi (arthritis). Tidak hanya penyampaian teori menggunakan media PowerPoint dan media leaflet, para peserta yang didominasi lansia berusia di atas 60 tahun juga diajak secara interaktif untuk mempraktikkan langsung gerakan senam rematik serta latihan fisik ringan berupa ROM (Range of Motion). Selain itu, tim pelaksana mendemonstrasikan pendekatan komplementer non-farmakologis berupa teknik kompres jahe hangat yang sangat aman dan mudah diaplikasikan secara mandiri di rumah masing-masing.

Baca Juga:  Mahasiswa BBK 8 UNAIR Edukasi Kesehatan Gigi Anak di Bogangin–Mendukung SDG 3 dan SDG 5

Kegiatan ini berjalan lancar berkat kolaborasi erat dengan Perangkat Desa setempat, mulai dari tingkatan RT, RW, Kepala Desa, hingga organisasi penggerak PKK yang antusias menggerakkan warga. Keterlibatan aktif elemen masyarakat ini sangat krusial mengingat lansia merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap gangguan sistem muskuloskeletal akibat proses penuaan alami.

“Melalui program Sehati ini, kami berharap para lansia tidak hanya bergantung pada obat-obatan kimia, tetapi juga terdorong untuk melakukan perawatan mandiri berbasis terapi komplementer di rumah dengan dukungan penuh dari pihak keluarga sebagai pengawas terapi,” ujar Fajriana Jordan dan Danar Mariono Putra selaku penanggung jawab kegiatan.

Secara keseluruhan, program kesehatan Sehati mendukung penuh pencapaian target global pada SDG 3 yaitu Good Health and Well-being. Melalui pendekatan promotif dan preventif yang terstruktur ini, pemahaman keluarga tentang perannya sebagai pemberi dukungan emosional serta pendamping perawatan bagi penderita. (Red/Lis)